CIANJUR | POSBIDIKBERITA.ID— Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Cianjur memasuki babak baru kepengurusan dengan membawa agenda politik yang berpijak pada kerja organisasi sekaligus pelayanan sosial kepada masyarakat.
Semangat itu mengemuka dalam rangkaian pelantikan dan pengukuhan Pengurus DPC PKB Kabupaten Cianjur periode 2026–2031 yang digelar bersama berbagai kegiatan sosial menggandeng komunitas Bagong Mogok, Minggu (4/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda, anggota DPR RI Fraksi PKB Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, serta jajaran anggota DPRD Kabupaten Cianjur dari Fraksi PKB.
Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda menegaskan, kepengurusan baru harus mampu menghadirkan pola kerja yang berbeda sekaligus menghasilkan capaian baru.
“Kita berharap di bawah pimpinan baru ada cara kerja baru dan ada capaian baru,” kata Syaiful Huda.
Menurutnya, eksistensi partai tidak semestinya hanya terasa ketika momentum pemilu tiba. PKB, kata dia, perlu hadir secara konsisten di tengah masyarakat dengan memahami sekaligus mendampingi berbagai persoalan yang dihadapi warga.
“Kita ingin teman-teman terjun langsung di lapangan, mendampingi masyarakat dengan berbagai kebutuhannya,” ujarnya.

Memasuki kontestasi politik 2029, Syaiful menyatakan PKB siap berkompetisi secara fair dengan menargetkan peningkatan perolehan kursi di seluruh daerah pemilihan.
“Kita siap berkompetisi dengan fair. Kita siap untuk memenangkan di semua dapil,” katanya.
Saat ini PKB memiliki enam kursi di DPRD Kabupaten Cianjur. Untuk Pemilu 2029, partai tersebut memasang target delapan kursi.
Syaiful juga menyoroti perubahan karakter pemilih yang dinilai akan menjadi salah satu faktor penting dalam peta politik mendatang.
Kelompok milenial dan Gen Z, menurutnya, akan memiliki posisi strategis dalam menentukan arah kontestasi.
“Pemilih yang akan datang pada Pemilu 2029 hampir 60 persen bahkan lebih diisi kelompok-kelompok milenial dan Gen Z,” ucapnya.
“Kalau kita tidak masuk ke ranah itu, kita akan ketinggalan,” lanjut Syaiful.
Karena itu, ia berharap kepengurusan baru DPC PKB Cianjur tidak berhenti pada konsolidasi internal, tetapi mampu mempercepat kerja organisasi sekaligus memperluas manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan penampilan kita hari ini, PKB lebih cepat kerjanya ke depan dan bisa menjadi partai yang lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Cianjur Asep Suherman menegaskan bahwa orientasi kerja kader tidak semata diarahkan untuk mengejar perolehan kursi politik.
Menurut Asep, penguatan pelayanan kepada masyarakat menjadi bagian penting dari strategi organisasi ke depan.
“Kita akan terus bekerja, bukan sekadar kerja untuk mendapatkan kursi. Kita juga akan meningkatkan kerja-kerja pelayanan terhadap masyarakat,” kata Asep.
Ia mengatakan Cianjur masih menghadapi beragam persoalan, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, pengangguran hingga berbagai persoalan sosial yang membutuhkan perhatian dan pendampingan.
“Di Cianjur masih banyak persoalan yang harus kita tuntaskan. PKB akan bekerja di situ untuk membantu hal-hal yang sifatnya pelayanan terhadap masyarakat,” ucapnya.
Di sisi politik, Asep menyebut target delapan kursi DPRD Kabupaten Cianjur pada Pemilu 2029 akan didorong melalui penguatan struktur partai serta peningkatan intensitas kerja pelayanan di tengah masyarakat.
Komitmen tersebut kemudian diterjemahkan dalam kegiatan sosial yang menjadi bagian dari rangkaian acara. PKB menggelar pasar murah yang diperuntukkan bagi 350 warga.
Selain itu, panitia memberikan santunan kepada 101 anak yatim dan lanjut usia, serta menggelar pemeriksaan kesehatan gratis melalui BM Emergency.
PKB bersama komunitas Bagong Mogok juga menyerahkan bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu) secara simbolis kepada masyarakat.
Sejak pagi, masyarakat tampak memadati lokasi kegiatan hingga seluruh rangkaian agenda sosial berakhir.
Selain kegiatan sosial, rangkaian acara juga diisi orientasi dan pengukuhan Pengurus DPC PKB Kabupaten Cianjur periode 2026–2031. Para pengurus kemudian mengikuti musyawarah kerja cabang untuk merumuskan sejumlah langkah strategis organisasi dalam menghadapi Pemilu 2029.
Dengan demikian, pengukuhan kepengurusan baru tidak hanya menjadi momentum pergantian atau peneguhan struktur organisasi, tetapi juga menjadi penanda dimulainya fase kerja baru PKB Cianjur—memperkuat konsolidasi internal, memperluas pelayanan sosial, dan menyiapkan strategi politik menuju 2029.
M.Mahdi (Ben)
