Cianjur//posbidikberita.id-Di balik kesuburan lahan pertanian di Kampung Cigintung, Desa Kutawaringin, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, terdapat sosok petani yang menjadi panutan bagi banyak petani lain. Dialah Abah Komang, seorang petani pembibitan unggul yang kini sukses mengembangkan usaha pertanian sayur-mayur dari nol hingga berhektar-hektar lahan.
Berawal dari penjualan bibit cabai, tomat, dan terong, Abah Komang kini telah menjelma menjadi salah satu rujukan utama bagi para petani di wilayah Cianjur. Keahliannya dalam penyemaian bibit unggul membuat hasil tanamannya tumbuh seragam, kuat, dan memiliki daya tahan lebih baik.

Abah Komang memulai kariernya sebagai petani dengan menjual bibit tanaman skala kecil. Ia mengandalkan keterampilan dasar penyemaian dan ketelatenan dalam merawat benih sejak usia tanam. Tak disangka, kemampuan tersebut justru membawa dirinya dikenal luas oleh petani-petani di wilayah sekitar.
“Dari dulu saya fokus di pembibitan. Kalau bibitnya bagus, tanaman juga pasti bagus,” ujar Abah Komang saat ditemui di lahan miliknya.
Dengan konsistensi tinggi, ia terus memperbaiki kualitas bibit—mulai dari teknik penyemaian menggunakan tray modern, pemilihan benih unggul, hingga perawatan intensif pada masa awal pertumbuhan.

Kini, Abah Komang mengelola lahan pertanian yang mencapai beberapa hektare. Seluruh tanaman sayur-mayur, mulai dari cabai, tomat, hingga terong, berasal dari bibit hasil semaiannya sendiri. Konsistensi dan kualitas bibit membuat hasil panennya meningkat setiap musim.
Tak hanya itu, ratusan petani dari berbagai daerah di Cianjur bahkan luar wilayah mempercayakan kebutuhan bibit mereka kepada Abah Komang. Bibit hasil semaiannya dikenal lebih sehat, cepat tumbuh, dan memiliki hasil panen yang lebih stabil.
Meski telah sukses dengan lahan yang luas, Abah Komang tidak meninggalkan keahlian awalnya sebagai penyemai bibit. Ia tetap menekuni pekerjaan tersebut setiap hari.
Menurutnya, bibit adalah “fondasi” utama dalam pertanian. Tanpa bibit yang baik, petani tidak dapat berharap banyak pada hasil panen.
“Kalau bibitnya bagus, setengah keberhasilan sudah di tangan petani,” tambahnya.
Semangat kerja keras dan ketekunan Abah Komang menjadi motivasi bagi banyak petani muda maupun petani lama untuk terus belajar dan beradaptasi dengan teknik pertanian modern.
Keberhasilan Abah Komang tidak hanya berdampak pada hasil tanamannya sendiri, tetapi juga memberi pengaruh positif pada perekonomian petani sekitar. Dengan bibit berkualitas, banyak petani yang kini memperoleh hasil panen lebih baik dari sebelumnya.
Kisah perjuangan Abah Komang dari penjual bibit sederhana hingga menjadi pemasok bibit unggulan menjadi inspirasi nyata bahwa ketekunan dan keahlian dapat membawa perubahan besar di dunia pertanian.
Reporter: Rafli Hidayat

