Cianjur//posbidikberita.id– Koordinator Pendidikan (Kordik) Kecamatan Cikalongkulon, Dedi Sumarno, menegaskan komitmennya dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan implementasi Kurikulum Merdeka dengan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) serta pengenalan coding bagi satuan pendidikan dasar, Senin (19/1/2026).
Program strategis tersebut direncanakan akan dilaksanakan secara terstruktur pada tahun 2026, dengan sasaran utama kepala sekolah dan guru SD se-Kecamatan Cikalongkulon.
Dedi Sumarno menjelaskan, sejak awal penerapan Kurikulum Merdeka yang mulai dirintis pada tahun-tahun sebelumnya, jajaran koordinator pendidikan di Kecamatan Cikalongkulon terus melakukan pemetaan dan penguatan kesiapan sumber daya manusia pendidikan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari proyek besar peningkatan kualitas pembelajaran agar sejalan dengan tuntutan zaman dan kebijakan nasional pendidikan.
“Di awal penerapan Kurikulum Merdeka, kami dari jajaran koordinator pendidikan Kecamatan Cikalongkulon terus mempersiapkan langkah-langkah strategis.
Untuk tahun 2026, kami berencana menyelenggarakan diklat implementasi Kurikulum Merdeka dengan fokus pada pembelajaran mendalam dan materi coding, sebagai salah satu produk penting dari Kurikulum Merdeka,” ujar Dedi.
Menurutnya, pelaksanaan diklat tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman konseptual, tetapi juga mendorong guru dan kepala sekolah agar mampu mengimplementasikan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, serta berorientasi pada penguatan kompetensi abad ke-21.
Salah satu materi yang menjadi perhatian khusus adalah coding, termasuk pengenalan konsep dasar hingga penerapan logika berpikir komputasional. Dedi menilai, penguasaan coding sejak dini sangat relevan untuk membekali peserta didik menghadapi tantangan global dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Materi coding ini kami pandang penting. Bukan sekadar mengenalkan teknologi, tetapi melatih cara berpikir logis, kreatif, dan sistematis pada peserta didik. Oleh karena itu, guru dan kepala sekolah perlu dibekali terlebih dahulu melalui diklat yang terarah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dedi Sumarno,M.Pd., juga menaruh perhatian besar terhadap peserta didik berprestasi di wilayah Kecamatan Cikalongkulon.
Ia menegaskan bahwa siswa-siswa yang memiliki capaian akademik maupun non-akademik unggul harus mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya serta pembinaan berkelanjutan.
“Terkait siswa berprestasi, kami senantiasa memberikan penghargaan dan persepsi positif yang tinggi. Mereka tidak hanya diapresiasi, tetapi juga dibina dan diarahkan agar potensinya terus meningkat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Kecamatan Cikalongkulon memiliki banyak bibit-bibit unggul yang perlu terus digali dan dikembangkan. Potensi peserta didik tersebut, menurutnya, tidak akan berkembang optimal tanpa dukungan ekosistem pendidikan yang kuat dan berimbang.
“Alhamdulillah, di Cikalongkulon ini insyaallah banyak potensi peserta didik yang unggul. Tugas kami adalah mengalirkan kembali dan memacu potensi-potensi itu agar terus berkembang,” katanya.
Dedi menekankan bahwa keberhasilan prestasi peserta didik tidak bisa dilepaskan dari kinerja kepala sekolah dan guru.
Oleh karena itu, strategi pengembangan pendidikan di Cikalongkulon diarahkan mulai dari peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.
“Prestasi peserta didik itu sangat erat kaitannya dengan kompetensi guru dan kepala sekolah. Jika kompetensi kepala sekolah dan guru sudah mapan, insyaallah potensi peserta didik akan mengikuti,” tegasnya.
Ia menutup dengan menegaskan pentingnya keseimbangan antara input dan output dalam dunia pendidikan. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan berdampak langsung pada mutu lulusan.
“Input dan output harus seimbang. Ketika kami memperkuat kompetensi kepala sekolah dan guru, maka output-nya adalah peserta didik yang berprestasi, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan,” pungkas Dedi Sumarno.
Ben

