Bumdes MJS Desa Nanggalamekar Terapkan Dana Ketahan Pangan Tanam Singkong 5 Ha

Bumdes MJS Desa Nanggalamekar Terapkan Dana Ketahan Pangan Tanam Singkong 5 Ha Dok foto redahtur

Cianjur//posbidikberita.id- Badan usaha milik desa (Bumdes) Mukti Jaya Sejahtera (MJK) Desa Nanggalamekar Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur Jawa Barat, tanam singkong dan tumpang sari dengan terung ungu juga cabe rawit di lahan milik desa seluas 5 Ha.
Tanaman singkong tumpang sari dengan terung ungu dan cabe rawit tersebut, itu dibiayai dari dana ketahanan pangan anggaran tahun 2024. Usia tanam singkong sekarang baru berusia 2 bulan sedangkan tanaman tumpang sarinya sekarang mulai dipanen.

Ketua Bundes MJK Desa Nanggalamekar Dedi Sukmana menjelaskan, berdasarkan hasil kesepakatan bersama pemerintah Desa Nanggalamekar bahwa dana bantuan Ketahanan pangan (Ketapang) diterapkan pada tanaman singkong super dilahan milik desa kurang lebih seluas 5 ha.

Sambil menunggu tanam singkong besar maka diantara tanam singkong ditanami sayuran yaitu terung ungu dan cabe rawit, dengan adanya itu pihaknya merasa bersyukur karena terung ungu dan cabe rawit sekarang sudah mulai dipanen sedangkan tanam singkong mulai terlihat daunnya rimbun yang diperkirakan panennya sekitar Nopember atau Desember 2025 dan diperkirakan akan mampu menghasilkan ubi singkong kurang lebih seberat 50 ton.
“Tanam Singkong dan tumpang sari dengan terung dan cabe rawit, itu cukup menguntungkan sebab sambil menunggu panen singkong tanam tumpang sarinya sekarang sedang mulai panen yang hasilnya bisa meringankan beban untuk pengolahan tanah singkong,” Ucapnya.

Ia menambahkan, pemasaran terung ungu dan cabe rawit itu tidak sulit malahan tengkulak tiap dua hari sekali datang ke kebun untuk membelinya dan untuk penjualan singkong itu pun sudah ada beberapa orang tengkulak yang datang minta hasil panen singkong dijual pada mereka, namun pihaknya belum bisa menyanggupi karena tanaman singkongnya masih kecil.
” Kami merasa bersyukur karena pemasangan hasil tumpang sari tidak sulit malah tengkulak dua hari sekali datang ke kebun untuk membelinya dan untuk ubi singkong pun tidak sulit menjual karena sudah ada beberapa orang tengkulak yang datang, namun kami belum bisa menerimanya dengan pasti karena tanaman singkongnya masih kecil,” tambah Dedi.

Sementara itu Kepala Desa Nanggalamekar Hilman S.Kom menambahkan, pihkanya merasa bersyukur karena Bumdes MJS Desa Nanggalamekar telah mampu memutarkan dana bantuan Ketahanan pangan, mulai dari menyewakan Sound Sistem, Gergaji mesin Pompa Air dan alat-alat lainnya juga sekarang sedang menggali tanaman singkong super yang cukup luas yang tumpang dengan sayuran.

Dalam waktu dekat pihak Bumdes MJS akan nanam sayuran Pare (Paria) Red, dilahan kosong kurang lebih 2 ha dan akan membuat kandang domba dengan ukuran kisaran sebanyak 50 ekor domba.
“Kami merasa bersyukur karena Bumdes MJS telah mampu mengulirkan dana bantuan Ketahanan pangan dan sekarang sedang menanam singkong di lahan milik desa selain itu dalam waktu dekat akan naman sayuran Pare dan membuat kandang domba”, Pungkasnya.

Iriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *