Cianjur Hijau dan Aman, 3.000 Pohon Mahoni Ditanam di Jalur Strategis

Cianjur | posbidikberita.id– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur melakukan langkah besar di penghujung tahun dengan menanam sebanyak 3.000 pohon mahoni di sepanjang jalan kabupaten, provinsi, hingga jalan nasional yang melintasi wilayah Cianjur. Program ini menjadi wujud komitmen nyata pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Program penanaman dan peremajaan pohon tersebut mulai dilaksanakan sejak 29 Desember 2025 dan direncanakan berlangsung hingga Maret 2026. Waktu pelaksanaan disesuaikan dengan musim hujan agar tingkat keberhasilan tumbuh pohon lebih optimal dan berkelanjutan.

Peremajaan ini dilakukan dengan mengganti pohon-pohon trambesi lama yang telah berusia tua, rapuh, dan berpotensi tumbang. Selain bertujuan memperindah dan menghijaukan kawasan jalan, program ini juga difokuskan untuk meminimalisasi risiko kecelakaan lalu lintas akibat patahnya dahan atau tumbangnya pohon peneduh.

Lia Amalia, Fungsional Dampak Lingkungan DLH Kabupaten Cianjur, mengungkapkan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh sejumlah kejadian yang membahayakan keselamatan masyarakat. Salah satunya adalah peristiwa kecelakaan yang menimpa seorang pengendara motor akibat tertimpa ranting pohon trambesi beberapa waktu lalu.

“Beberapa kejadian tersebut menjadi alarm serius bagi kami. Banyak pohon trambesi yang sudah tua, berukuran besar, dan kondisinya rapuh. Jika dibiarkan, risikonya sangat tinggi bagi pengguna jalan,” ujar Lia saat ditemui pada Selasa (30/12/2025).

Menurutnya, DLH tidak ingin menunggu hingga kejadian serupa kembali terulang. Oleh karena itu, penanganan menyeluruh terhadap pohon-pohon peneduh di jalur strategis menjadi prioritas, terutama pada ruas jalan dengan tingkat lalu lintas tinggi.

Penanaman 3.000 pohon mahoni ini tersebar di berbagai wilayah, mulai dari jalan kabupaten, jalan provinsi, hingga jalan nasional. Jalur yang menjadi sasaran meliputi Cianjur–Puncak, Cianjur–Bandung, Cianjur–Sukabumi, hingga wilayah Cianjur Selatan sampai perbatasan Kabupaten Garut.

“Hari ini saja kami membawa sekitar 35 pohon untuk ditanam. Totalnya nanti mencapai 3.000 pohon yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur,” jelas Lia.

Program ini dilaksanakan melalui kerja sama lintas instansi, melibatkan DLH Kabupaten Cianjur, pemerintah provinsi, serta PU nasional, PU provinsi, dan PU kabupaten. Kolaborasi tersebut diperlukan karena sebagian ruas jalan berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi dan pusat.

Mahoni dipilih sebagai pengganti karena dikenal memiliki akar yang kuat, pertumbuhan yang baik, serta kemampuan menyerap polusi udara. DLH memastikan bibit yang ditanam merupakan bibit baru dengan kualitas unggul sehingga lebih tahan terhadap cuaca ekstrem dan tidak mudah tumbang.

“Pohon-pohon lama yang rusak kami tebang atau pangkas, lalu diganti dengan pohon baru yang lebih sehat dan kuat. Harapannya ke depan tidak ada lagi kecelakaan akibat pohon tumbang,” tambah Lia.

Selain meningkatkan keselamatan pengguna jalan, keberadaan pohon mahoni ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas udara, meningkatkan suplai oksigen, serta menciptakan suasana perjalanan yang lebih sejuk dan nyaman, terutama di jalur padat kendaraan.

DLH Kabupaten Cianjur menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau proyek jangka pendek.
Penanaman dan peremajaan pohon menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam pengelolaan ruang hijau dan pembangunan berkelanjutan.
“Kami berharap pohon-pohon ini dapat tumbuh dengan baik, memberi manfaat lingkungan yang nyata, dan menciptakan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat yang melintas,” tutup Lia.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Cianjur menegaskan komitmennya untuk menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dengan pelestarian lingkungan dan keselamatan publik, demi Cianjur yang lebih hijau, sehat, dan aman di masa depan.

Ben

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *