Diduga 4 Kelas Tak Layak, Siswa SMKN 1 Bojongpicung Belajar di Masjid

Cianjur | posbidikberita-Sebagian siswa SMKN 1 Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar di sebuah masjid yang berdiri di halaman depan sekolah. Kondisi tersebut diduga merupakan dampak dari kebijakan kepala sekolah yang sebelumnya menginstruksikan pengosongan empat ruang kelas karena dianggap tidak layak digunakan.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) bidang sarana, Winarya, saat dikonfirmasi wartawan Cianjur Pos Bidik Berita, awalnya mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan belajar mengajar di masjid sekolah yang diikuti siswa kelas XII dari semua jurusan. Namun, setelah diperlihatkan foto para siswa yang tengah mengikuti pembelajaran di masjid, Winarya mengakui bahwa kebijakan tersebut merupakan hasil koordinasi dengan Kepala Sekolah.

“Empat ruang kelas dianggap membahayakan murid, sehingga kami sepakat untuk mengosongkannya,” ujar Winarya.

Ia menjelaskan, siswa kelas X dan XI diprioritaskan untuk tetap belajar di ruang kelas demi menjaga konsentrasi proses pembelajaran. Sementara itu, kelas XII yang dinilai sudah tidak terlalu efektif dalam pembelajaran teori, diarahkan untuk menggunakan ruang laboratorium. Namun pada praktiknya, para siswa justru mengikuti pembelajaran di dalam masjid.

Di sisi lain, orang tua siswa kelas XII berinisial S.H. mengaku prihatin atas kebijakan tersebut. Ia menilai pihak sekolah terkesan mengesampingkan efektivitas pembelajaran bagi kelas XII.

“Kami sebagai orang tua merasa kebijakan ini tidak adil. Sebelumnya, kelas X dan XI juga pernah mengalami hal serupa. Perlu diingat, semua siswa memiliki hak yang sama dalam mendapatkan fasilitas belajar yang layak,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan alasan pengosongan empat ruang kelas yang disebut tidak layak pakai. Menurutnya, secara kasat mata bangunan tersebut masih terlihat kokoh dan rapi. Bahkan, satu ruang kelas yang atapnya telah dibongkar justru menimbulkan tanda tanya.

“Apakah memang benar-benar tidak layak, atau sengaja dibuat seolah-olah rusak agar terlihat tidak bisa digunakan?” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait rencana perbaikan ruang kelas tersebut.

 

 

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *