Diduga Keterlambatan Pertolongan Medis, Warga Marga Hayu Meninggal Dunia

Cianjur | posbidikberita -Seorang warga berinisial (A) dilaporkan meninggal dunia usai diduga tidak mendapatkan pertolongan medis pertama saat dalam kondisi darurat di Kampung Marga Hayu, Desa Pangadegan, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (09/02/2026). Berdasarkan keterangan keluarga, korban mengalami kondisi gawat darurat dan pihak keluarga berupaya meminta pertolongan kepada tenaga kesehatan terdekat, yakni seorang bidan setempat. Namun, keluarga menduga tidak ada tindakan pertolongan pertama maupun stabilisasi awal yang diberikan kepada korban sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.

Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Selasa sekitar pukul 12.30 WIB.

Pihak keluarga korban mengaku kecewa atas kejadian tersebut. Keluarga berinisial (B) menyampaikan kepada awak media pada Rabu (11/02/2026) bahwa yang mereka harapkan saat itu hanyalah tindakan pertolongan pertama ringan dan upaya stabilisasi sesuai kompetensi tenaga kesehatan sebelum dilakukan rujukan.

“Kami hanya meminta pertolongan pertama agar kondisi korban bisa distabilkan sebelum dirujuk,” ujar perwakilan keluarga.

Sejumlah awak media kemudian mendatangi dan melakukan konfirmasi kepada bidan setempat, yang diketahui bernama Hj. Jajah. Saat dimintai klarifikasi, yang bersangkutan membantah adanya kelalaian. Ia menyatakan bahwa tindakan yang diminta keluarga korban menurutnya bukan menjadi kewenangannya.

Dalam konteks regulasi, kewajiban dan kewenangan bidan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2019 tentang Kebidanan. Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa bidan memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan kebidanan, termasuk penanganan kegawatdaruratan sesuai kompetensi, serta melakukan stabilisasi sebelum rujukan apabila menghadapi kondisi darurat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak puskesmas setempat maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur terkait dugaan kelalaian tersebut. Pihak keluarga menyatakan tengah mempertimbangkan langkah lanjutan untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban secara resmi.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setempat dan menimbulkan harapan agar ada klarifikasi serta evaluasi pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan kondisi kegawatdaruratan di tingkat desa.

 

 

Iwan Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *