Cianjur//posbidikbetita-Dugaan pungli yang mencuat di media sosial (medsos), yang di lakukan oknum kordik di kecamatan ciranjang kabupaten cianjur jawa barat, menjadi perbincangan di kalangan pejabat dam masarakat, hal ini malah menjadi buah cuitan masarakat di berbagai daerah di cianjur.
Pasalnya apa yang tertulis di sebuah kabar media sosial Facebook, secara langsung di tujukan kepada dua oknum kordik di dua wilayah kecamatan di cianjur, di antaranya oknum kordik kecamatan ciranjang.
Hal ini di duga ada kerja sama atau sekedar kongkolingkog oknum kordik, dalam keterangan yang tercantum di medsos facebok, bahwasanya untuk wilayah ciranjang di minta 1 juta rupiah sedangkan di kecamatan lain di minta dengan jumlah Rp 850 ribu rupiah bagi yang telah lulus P3K.
Namun hingga saat ini kordik ciranjang belum memberikan jawaban, walau beberapa kali di hubungi lewat tlpn WhatsApp nya, bahkan sudah di datangi kantor dan kedua lokasi dimana dia menjabat sebagai kepala sekolah.
Menurut keterangan dari pengawas kordik kecamatan ciranjang, bahwa dirinya pun sudah mengetahui terkait isu yang beredar di media sosial, bahkan dirinya pun belum mengetahui pasti jumlah pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), dan seharusnya hal ini bukan ranah saya, melainkan harus melalui kordik,” terangnya 20/01/25.
Jadi kami di sini hanya bertugas mengawasi sekolah dan kinerja kepala sekolah, namun adanya dugaan pungli di kordik ciranjang ini, silahkan saja temui kordik, karena hal ini adalah ranah kordik tidak ada sangkut paut dengan pengawas pk,” katanya
Dan untuk jumlah pengangkatan P3K di kecamatan ciranjang, jumlahnya saya tidak mengetahui namun di perkirakan kurang dari 100 orang peserta yang mengikuti P3K,” tandasnya.
Setelah berita ini di tayangkan pihak kordik tidak dapat memberikan keterangan, bahkan tidak pernah mengangkat teleponya saat di hubungi awak media lewat WhatsApp nya.
Rafli hidayat