Jembatan Aspirasi Warga: Laskar Merah Putih Cianjur Bentuk Tim Khusus Kawal Dampak Sosial-Lingkungan Proyek Geothermal

CIANJUR | posbidikberita- 28 Januari 2026 – Suara dan keresahan warga terdengar. Menanggapi desakan masyarakat yang hidup di sekitar lokasi pengembangan proyek panas bumi (geothermal), Markas Cabang Laskar Merah Putih (LMP) Cianjur mengambil inisiatif tegas dengan melahirkan Tim AD-HOK (Pengkajian Dampak Sosial dan Lingkungan). Tim ini diharapkan menjadi ‘jembatan’ sekaligus pengawal yang menjamin proyek strategis ini tidak mengabaikan kesejahteraan warga dan kelestarian alam.

Ketua Tim AD-HOK, D. Soedrajat, dalam keterangan resminya, Rabu (28/1), menyatakan timnya siap terjun ke jantung persoalan. “Mandat dari masyarakat sudah kami terima. Banyak warga yang datang membawa cerita, harapan, dan kecemasan terkait proyek ini. Menanggapi itu bukan hanya tugas, tapi amanah,” tegas Soedrajat dengan penuh keyakinan.

Ia mengungkapkan, gelombang pertama aksi tim akan mengedepankan pendekatan dialogis. “Kami memilih jalur diplomasi dan audiensi sebagai langkah awal yang bijak. Prioritas pertama adalah bertemu dengan pengelola proyek, PT Daya Mas Geopatra. Semua keresahan, semua pertanyaan, harus didudukkan bersama untuk dicarikan solusi yang adil,” paparnya.

Namun, fokus tim tidak hanya pada aspek sosial ekonomi. Soedrajat menegaskan komitmen kuat untuk menjaga warisan ekologis Cianjur. “Kami juga akan segera menjalin komunikasi dengan pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Proyek apapun tidak boleh mengorbankan keberlanjutan lingkungan. Ini adalah harga mati,” tambahnya dengan nada tegas.

Langkah pembentukan Tim AD-HOK ini disambut positif oleh warga. “Selama ini kami merasa suara kami seperti tidak didengar. Dengan adanya tim khusus dari Laskar Merah Putih, harapan kami muncul kembali bahwa akan ada pihak yang benar-benar memperjuangkan kepentingan kami,” ujar Sardi (42), salah satu warga dari Desa Selacau.

Pembentukan tim ini dinilai sebagai langkah preventif dan partisipatif yang langka. Bukan sekadar menuntut, tetapi memposisikan diri sebagai mitra kritis yang membangun. Kehadiran Tim AD-HOK di bawah LMP Cianjur diharapkan dapat menciptakan ekosistem pembangunan yang lebih transparan, inklusif, dan berkeadilan, serta memastikan panas bumi yang dikelola membawa kehangatan bagi masyarakat, bukan keresahan.

Dengan mata tertuju pada dua meja dialog—dunia korporasi dan otoritas konservasi—aksi Tim AD-HOK akan menjadi ujian nyata bagaimana pembangunan infrastruktur energi hijau dapat berjalan beriringan dengan prinsip keadilan sosial dan pelestarian lingkungan.

 

(Dekos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *