Lubang Maut di Jembatan Jeprah Cipanas Ancam Keselamatan, Warga Desak Perbaikan Segera

Cianjur | posbidikberita– Kerusakan parah terjadi pada ruas jalan kabupaten Cipanas–Mariwati, tepatnya di Kampung Jeprah (Bengkok) RT 01/RW 02, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Cianjur. Sebuah lubang besar menganga di badan Jembatan Jeprah kini mengancam keselamatan para pengguna jalan. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga karena berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, terlebih jalur ini merupakan akses vital masyarakat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, lubang besar terlihat tepat berada di atas badan jembatan yang selama ini menjadi jalur alternatif penghubung antar desa sekaligus jalur pengurai kepadatan kendaraan di kawasan wisata Cipanas. Kerusakan diduga semakin parah akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Lubang yang awalnya kecil kini terus melebar. Aspal yang tergerus air membuat struktur bagian atas jembatan terkikis hingga memperlihatkan pondasi di bagian dalam. Dari permukaan, kondisi kerusakan tampak menganga dan cukup dalam, sehingga sangat berbahaya bagi kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas.

Gandi (50), warga setempat yang juga menjabat sebagai Ketua Pangkalan Ojek, mengungkapkan bahwa kerusakan mulai terlihat sekitar empat hari lalu setelah hujan deras turun tanpa henti. Menurutnya, kondisi jembatan saat ini jauh lebih mengkhawatirkan dibandingkan saat pertama kali rusak.

“Lubangnya makin besar. Dari dalam terlihat pondasi di kedua sisi jembatan sudah ambruk. Ini sangat berbahaya bagi pengendara,” ujar Gandi saat ditemui di lokasi, Jumat (27/2/2026).

Ia menambahkan, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cianjur sebenarnya telah melakukan peninjauan ke lokasi. Petugas disebut datang untuk melakukan pengukuran serta pengecekan kondisi struktur jembatan. Namun hingga kini, masyarakat belum menerima kepastian terkait jadwal perbaikan maupun langkah penanganan darurat.

Warga menilai, kerusakan di jalur alternatif Cipanas–Mariwati tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Selain menjadi akses utama penghubung antar wilayah, jalur tersebut juga kerap digunakan untuk mengurai kemacetan di kawasan wisata Cipanas, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

Kekhawatiran semakin meningkat menjelang arus mudik Lebaran Idul Fitri. Volume kendaraan diperkirakan melonjak signifikan, baik dari warga lokal maupun pendatang yang melintas. Jika tidak segera diperbaiki, risiko kecelakaan bahkan potensi amblesnya jembatan menjadi ancaman nyata.

Asep, sopir angkutan umum rute Mariwati, mengaku waswas setiap kali melintasi jembatan tersebut, terlebih saat hujan turun dan air menggenang menutupi lubang.
“Kami khawatir ban kendaraan masuk ke lubang. Apalagi kalau malam atau hujan, lubangnya tidak terlihat. Kami berharap segera diperbaiki sebelum Lebaran, karena ini jalur penting masyarakat,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan para pengendara roda dua. Minimnya penerangan di sekitar lokasi membuat lubang sulit terlihat pada malam hari. Kondisi tersebut meningkatkan risiko pengendara terperosok, tergelincir, atau kehilangan kendali.

Sebagai langkah antisipasi, warga setempat berinisiatif memasang tanda peringatan darurat di sekitar lubang menggunakan material seadanya. Meski demikian, upaya swadaya tersebut dinilai hanya bersifat sementara dan belum mampu menjamin keselamatan pengguna jalan secara maksimal.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan konkret, setidaknya dengan melakukan penanganan darurat untuk mencegah kerusakan semakin meluas. Perbaikan permanen dinilai mendesak agar jalur tersebut tetap aman dilalui, terlebih menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih menunggu konfirmasi resmi dari Dinas PUPR Kabupaten Cianjur terkait jadwal perbaikan serta langkah penanganan darurat pada Jembatan Jeprah yang kini terancam ambruk.

Ben

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *