Cianjur//posbidikberita.id, program normalisasi sungai yang dilaksanakan oleh PT Sangkuriang Karya Semesta diwilayah Kecamatan Bojongpicung,Haurwangi dan Ciranjang diduga banyak melibatkan warga masyarakat yang bertempat tinggal didaerah aliran sungai (das) untuk kerja bakti dalam pengerukan manual.
Seperti yang terjadi di kampung sumberharja rw 08 dan harjalaksana rw 09, didasari dengan rasa kehawatiran yang berlebihan adanya pembongkaran rumah warga didaerah aliran sungai maka dengan enggan warga masyarakat melaksanakan kerja bakti sepanjang sungai yang membentang diwilayahnya,ujar s,u
Lebih lanjut S,U menerangkan, berdasarkan informasi dikampung sebelah tepatnya rw 09 normalisasi pengerukaan sungai tidak melibatkan semua warga, tetapi dibebankan terhadap warga yang mendirikan rumah dibantaran sungai, sehingga untuk satu kepala keluarga harus merogok kocek uang sebesar Rp 1.200.000 guna membayar pekerja yang mengerjakan oengerukan didepan rumahnya.
Dilain pihak seorang staf Desa Nelasari Ade Rahmat membenarkan pengerukan manual disepanjang sungai yang berada diwilayah rw 08 dikerjakan oleh warga masyarakat tanpa adanya bayaran satu rupiahpun, hal itu dilalukan berdasakan musyawarah terlebih dahulu antara ketua rt, ketua rw masyarakat dan pihak pemerintah desa nampak hadir pula dari Pelayanan Sumber Daya Air (psda), terangnya.
Dk