Menyalakan Obor Keadilan: Dari Jakarta untuk Indonesia yang Lebih Bermartabat

Jakarta | posbidikberita-Di tengah riuhnya dinamika hukum yang kerap menguji nurani bangsa, sebuah pertemuan penuh makna terselenggara dengan khidmat dan semangat membara. Malam itu bukan sekadar seremoni. Ia adalah pernyataan sikap. Ia adalah ikrar bersama. Ia adalah bukti bahwa perjuangan menegakkan keadilan tak pernah padam.
Kebersamaan yang Menguatkan Langkah.

Tampak hadir Ketua DPD Jabar, Haji Adang Bahrowi, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ.—sosok ganteng dan multitalenta yang dikenal luas bukan hanya karena kapasitas intelektualnya, tetapi juga dedikasinya terhadap perjuangan hukum yang berkeadilan. Kehadirannya menjadi energi tersendiri bagi seluruh tamu undangan, Mingggu (22/2/26).

Turut hadir Ketua PBH Area, Erwin Maulana, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ.—gagah dan berkarisma, namun tetap bersahaja. Dalam setiap langkah dan tutur katanya, tersirat komitmen kuat untuk memberikan pembelaan hukum bagi masyarakat yang membutuhkan.

Tak ketinggalan, WAKETUM M. Jaelani, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ.—mempesona dengan wibawa dan ketegasan sikapnya. Bersama jajaran pengurus lainnya, beliau memperlihatkan bahwa kepemimpinan bukan hanya soal jabatan, tetapi tentang tanggung jawab moral.

Waketum Fam Fuk Tjong, C.PFW., C.MDF., C.JKJ.—tinggi, gagah, dan kekar—menjadi simbol kekuatan dan keteguhan hati dalam mengawal nilai-nilai keadilan. Sementara itu, Waketum M. Arifin, SH., MH., tampil berbalut warna merah, memberikan ceramah motivasi yang membakar semangat para hadirin. Setiap kalimatnya menembus relung hati, mengingatkan bahwa hukum bukan sekadar pasal dan ayat, tetapi tentang keberanian membela yang lemah.

Dan hadir pula Waketum Revan Pratama Wijaya, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., tampil elegan, gagah, dan berwibawa—mewakili generasi muda hukum yang siap melanjutkan estafet perjuangan.
Bukan Sekadar Acara, Ini Gerakan Moral.

Acara yang diinisiasi oleh DPD FERADI WPI DKI Jakarta ini menjadi momentum penting. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks—di mana keadilan sering kali terasa jauh dari jangkauan rakyat kecil—hadirnya organisasi ini menjadi harapan baru.

Malam itu, setiap kata yang terucap bukanlah formalitas. Ia adalah panggilan jiwa. Seruan untuk tetap berdiri tegak meski badai menghadang. Ajakan untuk tidak takut melawan ketidakadilan, meski harus berjalan di jalan yang terjal.

Semangat patriotisme terasa kental. Para pengurus dan anggota sepakat bahwa hukum harus menjadi panglima, bukan alat kekuasaan. Hukum harus menjadi pelindung, bukan penindas. Dan keadilan harus ditegakkan tanpa pandang bulu—tanpa takut, tanpa ragu.

Tepuk Tangan yang Menggema, Doa yang Menguatkan
Di penghujung acara, suasana berubah menjadi haru. Seluruh yang hadir berdiri serempak. Tepuk tangan bergemuruh memenuhi ruangan—bukan sekadar bentuk penghormatan, tetapi simbol rasa syukur dan tekad yang diperbarui.

Ucapan syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Sang Pencipta, atas segala nikmat dan kebaikan sehingga pertemuan malam itu dapat terlaksana dengan lancar.

Dalam kebersamaan itu, terjalin persaudaraan. Dalam doa yang terucap, terpatri komitmen.
Malam itu, bukan hanya jaringan yang terbentuk. Bukan hanya relasi yang terjalin. Tetapi lahir semangat baru—semangat untuk terus mengawal keadilan, membela yang tertindas, dan menjaga marwah profesi hukum.
Jangan Sampai Tertinggal!
Bagi kalian yang belum sempat hadir, jangan berkecil hati.

DPD FERADI WPI DKI Jakarta akan terus menghadirkan acara-acara yang lebih inspiratif, lebih semarak, dan tentunya lebih berdampak di masa mendatang.
Pantau terus informasinya.

Jangan sampai ketinggalan! Karena di setiap pertemuan, bukan hanya ilmu yang didapat. Bisa jadi kalian menemukan sahabat seperjuangan, relasi bisnis, bahkan jodoh kehidupan.
Namun yang paling penting—kalian akan menemukan ruang untuk berjuang bersama. Ruang untuk menyuarakan kebenaran. Ruang untuk berdiri tegak membela keadilan.

DPD FERADI WPI DKI Jakarta siap menggebrak dunia hukum dengan semangat baru, integritas tinggi, dan inovasi tanpa batas.
Karena pada akhirnya, keadilan bukan hanya untuk diperjuangkan
ia adalah amanah yang harus ditegakkan.
Dan perjuangan itu… dimulai dari kita.

 

 

Ben

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *