Cianjur | posbidikberita- Komitmen membangun daerah berbasis kebutuhan masyarakat kembali ditegaskan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 tingkat Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur. Kegiatan yang digelar di Aula Desa Mentengsari, Senin (2/Februari/2026) ini berlangsung dinamis, interaktif, dan partisipatif dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan.
Musrenbang ini menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi warga sekaligus menyelaraskan rencana pembangunan daerah agar tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat. Sejak awal pelaksanaan, suasana diskusi berjalan aktif dengan beragam masukan konstruktif yang disampaikan peserta.
Berbagai usulan mengemuka, mulai dari persoalan infrastruktur dasar seperti perbaikan jalan dan sarana umum, peningkatan kualitas layanan kesehatan, penguatan sektor pendidikan, hingga program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Seluruh aspirasi tersebut dirumuskan sebagai bahan penyusunan perencanaan pembangunan Kecamatan Cikalongkulon untuk tahun 2027 mendatang.
Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Cianjur Komisi IV dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, unsur perwakilan badan perencanaan pembangunan,Riset dan inovasi daerah (BAPPERIDA), Tata Pemerintahan, serta sejumlah perangkat daerah terkait.

Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), perwakilan Puskesmas, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), tokoh masyarakat, kader PKK, serta perwakilan organisasi kepemudaan dan keagamaan.
Kehadiran lintas sektor dan lintas elemen tersebut menunjukkan kuatnya semangat kolaborasi dalam merumuskan arah pembangunan Kecamatan Cikalongkulon ke depan yang terdiri dari 18 Desa.
Anggota DPRD Kabupaten Cianjur Komisi IV dari Fraksi Golkar, Asep Iwan Kusnadi, menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan ruang dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat.
“Musrenbang ini menjadi wadah untuk menyamakan persepsi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menentukan skala prioritas pembangunan yang benar-benar dibutuhkan warga,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Asep Iwan menyebutkan bahwa isu infrastruktur masih menjadi perhatian utama masyarakat, terutama terkait sarana pendukung pelayanan publik. Selain itu, sektor kesehatan, dan pendidikan juga mendapat sorotan, khususnya penguatan layanan puskesmas, peningkatan fasilitas kesehatan, serta pelaksanaan program promotif dan preventif bagi masyarakat,serta siswa/siswi yang berprestasi.
Bidang pendidikan pun tak luput dari pembahasan. Asep Iwan menekankan “pentingnya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, dukungan terhadap pendidikan nonformal, serta penguatan peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif,”ucapnya
Sementara itu, Camat Cikalongkulon Iyus Yusuf menyampaikan bahwa pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu fokus strategis yang banyak diusulkan dalam Musrenbang RKPD 2027.
“Pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting agar pembangunan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan warga,” tuturnya.
Melalui Musrenbang RKPD 2027 ini, seluruh usulan yang telah dirumuskan diharapkan dapat diakomodir dan diselaraskan dengan prioritas pembangunan Kabupaten Cianjur. Proses ini sekaligus menjadi wujud nyata perencanaan pembangunan yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen lintas unsur, Kecamatan Cikalongkulon optimistis mampu merumuskan arah pembangunan yang lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.
Ben

