PAUD Al-Islamiyah Ciranjang Gelar Kegiatan Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

Cianjur, posbidikberita.id – Jumat, 13 Maret 2026, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) KOBER Al-Islamiyah Cirnjang menggelar kegiatan berbagi takjil dan buka puasa bersama. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai kepedulian sosial serta kebiasaan berbagi kepada anak sejak usia dini melalui kolaborasi antara pihak sekolah dan para orang tua wali murid.

Dalam ajaran Islam, nilai berbagi dan kepedulian sosial sangat ditekankan, terlebih di bulan suci Ramadan. Salah satu cara sederhana namun penuh makna untuk menanamkan kebiasaan tersebut adalah melalui sedekah takjil. Selain menjadi bentuk ibadah, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak untuk menumbuhkan empati, sikap dermawan, dan rasa kasih sayang terhadap sesama.

Kepala Sekolah PAUD KOBER Al-Islamiyah, Anisa Nurlatifah, dalam sambutannya sebelum acara dimulai menyampaikan bahwa masa kanak-kanak merupakan fase emas dalam pembentukan karakter.

“Nilai yang ditanamkan sejak kecil akan lebih mudah melekat hingga dewasa. Ketika anak diajarkan untuk berbagi, mereka belajar bahwa kebahagiaan tidak hanya berasal dari menerima, tetapi juga dari memberi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa melalui kegiatan berbagi, anak-anak mulai memahami kondisi orang lain dan menyadari bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama. Empati tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan sosial yang sehat.

“Anak yang terbiasa berbagi cenderung tumbuh menjadi pribadi yang tidak egois, lebih mudah bekerja sama, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitarnya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Tiara Shalsa B.A yang akrab disapa Aunty Lala, mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan setiap bulan suci Ramadan.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk sedekah yang konkret dan mudah dipahami oleh anak-anak. Mereka dapat melihat secara langsung proses berbagi, mulai dari menyiapkan makanan hingga membagikannya kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Kegiatan ini memiliki beberapa keunggulan sebagai media pembelajaran bagi anak. Pertama, bersifat praktis karena anak tidak hanya mendengar nasihat tentang pentingnya berbagi, tetapi langsung mempraktikkannya,” jelasnya.

“Selain itu, anak juga mendapatkan pengalaman emosional yang kuat. Saat melihat senyum orang yang menerima takjil, mereka merasakan kebahagiaan yang nyata. Apalagi kegiatan ini dilakukan dalam suasana religius bulan Ramadan sehingga nilai spiritualnya semakin terasa,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter peduli, empati, serta semangat berbagi kepada sesama sejak usia dini.

 

 

Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *