Pemburu Babi Hutan Ditemukan Tewas di Kebun Teh Sukanagara, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Cianjur//posbidikberita.id-Warga Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di area perkebunan teh pada Jumat pagi (10/4/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.

Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh warga yang tengah beraktivitas di sekitar lokasi.
Kepala Desa Sukanagara, Wawan Ridwansyah, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa korban merupakan warga Kampung Langensari RT 05/05, Desa Sukanagara, yang dikenal sering berburu babi hutan.

“Korban bernama Ade Suhaya alias Ade Dingklik (57). Ia memang warga kami dan sudah biasa berburu babi hutan,” ujar Wawan.

Sementara itu, Kapolsek Sukanagara, AKP Dedi, menjelaskan bahwa pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 09.00 WIB. Petugas juga segera memasang garis polisi guna mengamankan lokasi dan menjaga keutuhan barang bukti.

“TKP berada di Perkebunan PTPN Pasirnangka Blok Batubedug PAN 3, Kampung Langensari 2 RT 10/05, Desa Sukanagara, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur. Saat ini kami masih menunggu kedatangan Tim Inafis dari Polres Cianjur untuk memastikan secara lebih akurat penyebab kejadian,” terang Kapolsek.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga tengah berburu dengan membawa senjata api rakitan jenis cuplis atau dorlok. Pada tubuh korban ditemukan luka serius di bagian dahi yang tembus hingga ke belakang kepala.

Tim kesehatan dari Puskesmas Sukanagara yang dipimpin Hambali Lebar turut melakukan pemeriksaan di lokasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban dipastikan telah meninggal dunia lebih dari 12 jam sebelum ditemukan.

“Dilihat dari kondisi kekakuan tubuh, korban diperkirakan sudah meninggal lebih dari dua belas jam. Luka di bagian dahi yang tembus ke belakang kepala diduga kuat menjadi penyebab kematian,” jelas Hambali.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap secara pasti kronologi dan penyebab kematian korban. Warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi sembari menunggu hasil resmi dari pihak berwenang.

Ben

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *