PIP Tersendat, Wali Murid Kecewa Berat pada BRI Cikalongkulon

Cianjur | posbidikberita-Penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang seharusnya menjadi angin segar bagi ratusan siswa dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Cianjur, justru diduga tersendat di tingkat perbankan. Sorotan kini mengarah ke BRI Cabang Cikalongkulon yang dinilai lamban dalam mendistribusikan hak para pelajar. Senin (23/2/26)

Kisah ini mencuat dari pengalaman seorang wali murid, Anwar, orangtua dari Gio Saipul Lubis yang kini duduk di bangku kelas 7 MTs. Saat masih kelas 6 di SDN Buni Asih, Gio tercatat sebagai penerima PIP. Namun, selama kelas 6, keluarga merasa tak pernah menerima dana yang menjadi haknya.

Dilanda rasa penasaran bercampur khawatir, Anwar mendatangi pihak sekolah untuk meminta penjelasan. Operator sekolah memberikan keterangan yang tegas dan gamblang: dana PIP atas nama Gio Saipul Lubis telah masuk ke rekening dan tercatat berada di BRI Cabang Cikalongkulon sejak satu tahun lalu.

Jawaban itu tentu membuat Anwar terhenyak. Bagaimana mungkin dana yang disebut-sebut sudah cair, justru tak pernah dirasakan manfaatnya oleh siswa yang berhak?.

Rasa kaget Anwar semakin menjadi ketika ia mendatangi kantor BRI Cabang Cikalongkulon. Di dalam ruangan, tepat di belakang meja customer service, ia mengaku melihat sebuah lemari yang hampir penuh dengan buku tabungan PIP, “ujarnya.

Pemandangan itu memantik tanda tanya besar. Jika benar buku-buku tersebut adalah milik para penerima PIP, mengapa masih menumpuk? Mengapa belum sampai ke tangan yang berhak?,” tutur Anwar

Program Indonesia Pintar sejatinya dirancang pemerintah untuk memastikan anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap bisa mengenyam pendidikan tanpa terbebani biaya. Setiap rupiah dalam program ini adalah harapan. Harapan agar tak ada anak yang putus sekolah hanya karena alasan ekonomi.

Namun ketika proses penyalurannya tersendat, harapan itu pun terasa menggantung.
Kondisi ini tentu membutuhkan klarifikasi terbuka dari pihak BRI Cabang Cikalongkulon. Apakah ada kendala administratif? Apakah sosialisasi kepada wali murid kurang maksimal? Ataukah memang terjadi kelalaian dalam distribusi buku tabungan dan pencairan dana?.

Dugaan tidak Transparansi pihak BRI Cikalongkulon saat SPV Yudiansyah saat di konfirmasi awak media dia menolak dengan alasan yang berhak jawab Maneger kami pa,” ucapnya,”

Yudi pun berdalih bahwa saya baru dua minggu di BRI Cikalongkulon ini, sebuah alasan yang klasik tapi tidak ada rasa tanggung jawab.

Sebab yang dipertaruhkan bukan sekadar angka dalam laporan keuangan, melainkan masa depan anak-anak Cianjur. Jika benar ada ratusan buku tabungan PIP yang belum tersalurkan, maka ini bukan lagi persoalan teknis semata, melainkan soal tanggung jawab moral.

Hingga berita ini diturunkan, para wali murid masih menanti kepastian. Mereka tidak meminta lebih. Mereka hanya menuntut hak yang memang sudah menjadi bagian dari program pemerintah.

Kami awak media akan terus menelusuri dan mengawal persoalan ini, demi memastikan hak anak-anak bangsa tidak terhenti di dalam lemari.

Ben

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *