Jakarta|posbidikberita.id — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mendeteksi keberadaan varian influenza A (H3N2) subclade K di Indonesia sejak akhir Desember 2025. Temuan ini diperoleh melalui pemantauan dan pemeriksaan laboratorium rutin terhadap kasus influenza musiman.
Varian H3N2 subclade K merupakan bagian dari virus influenza musiman yang mengalami perubahan genetik. Meski tergolong influenza biasa, varian ini memiliki tingkat penularan yang cukup tinggi karena menyebar melalui droplet saat batuk, bersin, atau kontak dekat antarindividu. Risiko penularan meningkat di lingkungan padat penduduk dan ketika kondisi daya tahan tubuh sedang menurun.
Gejala yang umum dialami penderita meliputi demam tinggi, batuk, pilek, nyeri otot, sakit kepala, kelelahan berat, serta badan terasa sangat lemas. Pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah, gejala dapat terasa lebih berat dan berlangsung lebih lama dibandingkan orang dewasa sehat.
Pemerintah memastikan bahwa pemantauan terhadap penyebaran influenza A (H3N2) subclade K terus dilakukan secara intensif. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, memakai masker saat sakit, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala berat atau tidak kunjung membaik.
Kementerian Kesehatan juga mengingatkan pentingnya istirahat yang cukup dan menjaga daya tahan tubuh untuk mengurangi risiko penularan influenza di tengah aktivitas masyarakat yang meningkat.
Sumber:
Detik Health, Channel News Asia (CNA Indonesia)
Penulis:Wan

