Cianjur//posbidikberita.id– Semangat kemerdekaan terasa begitu hidup di Desa Sindanglaka, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di desa tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi menjelma menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat dalam suasana penuh kegembiraan, kekeluargaan, dan rasa syukur.
Mengusung spirit “Dari Kita, Untuk Kita”, Pemerintah Desa Sindanglaka bersama Karang Taruna dan masyarakat menghadirkan rangkaian kegiatan yang memadukan semangat olahraga, hiburan, silaturahmi, kepedulian sosial, hingga kegiatan keagamaan melalui tablig akbar dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Aula Desa Sindanglaka itu dihadiri Kepala Desa Sindanglaka H. Asep Kurtubi, BcHk., S.Pd., Ketua Karang Taruna Desa Sindanglaka Jujun Junaedi, MPKT Karang Taruna Sindanglaka Sopian Sauri, Bhabinkamtibmas Aiptu Gani Mulyana, Babinsa Peltu Deden, serta sejumlah tokoh masyarakat dan unsur masyarakat lainnya.
Yang menarik, kemeriahan peringatan kemerdekaan tersebut tidak mengenal batas usia. Anak-anak, pemuda, orang dewasa hingga para orang tua tampak membaur dalam satu suasana. Senyum, tawa, canda dan keakraban menjadi warna tersendiri dalam setiap rangkaian kegiatan.
Pemandangan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa makna kemerdekaan tidak selalu harus diterjemahkan melalui perayaan yang megah. Kemerdekaan juga dapat diwujudkan dalam hal sederhana: berkumpul, bersilaturahmi, saling berbagi kebahagiaan dan membangun rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal.
Semarak Perlombaan, Dari Jalan Sehat hingga Open Kades Cup
Sejumlah kegiatan disiapkan untuk masyarakat sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT RI ke-81. Mulai dari jalan sehat masyarakat, tenis meja Open Kades Cup, hiburan rakyat, hingga pembagian doorprize.
Jalan sehat menjadi salah satu kegiatan yang berhasil menyedot perhatian warga. Sekitar 300 masyarakat Desa Sindanglaka ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Dengan penuh antusias, warga mengikuti kegiatan dari awal hingga selesai, sekaligus menjadikannya sebagai momentum untuk bersilaturahmi dan menikmati suasana kebersamaan.
Sementara itu, olahraga tenis meja juga menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan. Selain pertandingan tingkat desa, Desa Sindanglaka turut menggelar Open Turnamen Tenis Meja tingkat kabupaten yang berlangsung pada 21–23 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk mengembangkan potensi olahraga, khususnya tenis meja, sekaligus menumbuhkan sportivitas dan semangat berprestasi di kalangan generasi muda.
Kemeriahan semakin terasa ketika pembagian doorprize dilakukan. Berbagai hadiah disiapkan bagi masyarakat yang beruntung, mulai dari tempat sampah, rice cooker, hingga mesin cuci. Hadiah tersebut dibagikan melalui mekanisme kupon yang diperoleh masyarakat dari keikutsertaan dalam sejumlah kegiatan.
Namun, di balik hadiah dan perlombaan, terdapat pesan yang jauh lebih besar: bahwa kegembiraan akan terasa lebih berarti ketika lahir dari kebersamaan.
Kepala Desa: Kemerdekaan Harus Menjadi Ruang Kebersamaan
Kepala Desa Sindanglaka H. Asep Kurtubi, BcHk., S.Pd., saat ditemui pada Selasa (25/8/2026), menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan merupakan bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus bentuk apresiasi terhadap partisipasi masyarakat.

Menurut Asep, kegiatan olahraga dan kemasyarakatan menjadi agenda yang penting untuk terus dihidupkan karena mampu mempertemukan warga dalam suasana yang positif.
“Alhamdulillah, berbagai kegiatan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dapat dilaksanakan dengan baik. Kami ingin momentum ini benar-benar menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat,” ujar H.Asep.
Ia menjelaskan, selain perlombaan tenis meja tingkat desa, pihaknya juga menyelenggarakan Open Turnamen Tenis Meja tingkat kabupaten pada 21–23 Agustus 2026.
Kemudian pada Selasa, 25 Agustus 2026, masyarakat mengikuti jalan sehat yang diikuti sekitar 300 peserta.
“Yang paling penting bukan hanya perlombaannya, tetapi bagaimana masyarakat bisa berkumpul, bersilaturahmi dan merasakan kebahagiaan bersama. Prinsipnya adalah dari kita, untuk kita,” katanya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan masyarakat bukan semata-mata diukur dari kemeriahannya, tetapi dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu menghadirkan rasa memiliki, memperkuat solidaritas, dan membangun hubungan sosial yang sehat di tengah masyarakat.
Kemerdekaan Bertemu Spiritualitas dalam Tablig Akbar
Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada olahraga dan hiburan. Pada malam harinya, masyarakat Desa Sindanglaka juga dijadwalkan mengikuti Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) berupa tablig akbar dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Perpaduan antara peringatan kemerdekaan dan kegiatan keagamaan tersebut memberikan warna tersendiri. Setelah masyarakat merayakan kemerdekaan dengan penuh keceriaan, momentum kemudian diarahkan pada refleksi spiritual melalui tausiah dan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Bagi masyarakat, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai keimanan, mempererat ukhuwah, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa kehidupan bermasyarakat membutuhkan keseimbangan antara kegembiraan, persaudaraan, dan nilai-nilai spiritual.
H.Asep mengatakan, kegiatan Maulid Nabi sengaja dihadirkan sebagai bagian dari rasa syukur sekaligus upaya memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat.
“Kebetulan momentum ini juga bertepatan dengan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW. Karena itu, kami menggelar tablig akbar. Insyaallah kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan keagamaan bagi masyarakat Desa Sindanglaka,” tuturnya.
Karang Taruna: Pemuda Harus Menjadi Energi Positif Desa
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Sindanglaka Jujun Junaidi, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga rangkaian peringatan HUT RI ke-81 dapat terlaksana.
Di hadapan masyarakat, Jujun menyampaikan ucapan syukur sekaligus penghormatan kepada pemerintah desa, tokoh masyarakat, para sesepuh, serta seluruh warga yang telah mendukung kegiatan.
“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT karena berkat rahmat-Nya kita bisa berkumpul dalam keadaan sehat untuk merayakan HUT RI ke-81,” ujar Jujun.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan rangkaian acara, termasuk kepada warga serta para pemuda dan pemudi yang ikut berpartisipasi dalam menyukseskan peringatan kemerdekaan.
Menurut Jujun, peringatan kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada kemeriahan perlombaan. Lebih jauh, momentum tersebut harus menjadi ruang untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan sekaligus menerjemahkan nilai-nilai perjuangan ke dalam kehidupan masa kini.
“Peringatan Hari Kemerdekaan ini mengingatkan kita pada perjuangan para pahlawan bangsa. Tugas kita sekarang bukan lagi mengangkat senjata, melainkan membangun desa dan menjaga persatuan,” tegasnya.
Ia menambahkan, Karang Taruna siap mengambil peran sebagai salah satu motor penggerak kegiatan positif di tengah masyarakat.
“Karang Taruna siap menjadi garda terdepan dalam kegiatan positif dan kemajuan warga,” katanya.
Jujun juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan rangkaian kegiatan.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menikmati perayaan kemerdekaan dengan penuh kegembiraan, tertib, serta tetap menjaga persaudaraan dan kebersamaan.
Bukan Sekadar Perayaan, Tetapi Merawat Persaudaraan
Rangkaian peringatan HUT RI ke-81 di Desa Sindanglaka pada akhirnya memberikan sebuah pesan sederhana namun bermakna: kemerdekaan akan memiliki arti yang lebih dalam ketika mampu menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat dan memperkuat persatuan di tingkat paling dekat, yakni lingkungan desa.
Dari lapangan olahraga hingga ruang pengajian, masyarakat hadir dalam semangat yang sama. Mereka tidak hanya merayakan usia kemerdekaan, tetapi juga merawat hubungan sosial yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.
Semangat “Dari Kita, Untuk Kita” pun bukan sekadar slogan yang terpampang dalam kegiatan. Ia menjadi sebuah filosofi sederhana tentang pentingnya partisipasi, gotong royong, kepedulian dan rasa memiliki.
Sebab pada akhirnya, pembangunan desa tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Dan dari Desa Sindanglaka, semangat itu kembali ditegaskan: kemerdekaan bukan hanya warisan sejarah, melainkan amanah untuk terus menjaga persatuan, membangun kebersamaan, serta menghadirkan kemajuan yang manfaatnya dapat dirasakan bersama.
Dari masyarakat, oleh masyarakat, dan kembali untuk masyarakat.
Dari Desa Sindanglaka, semangat kemerdekaan terus menyala—bukan hanya dalam kemeriahan perayaan, tetapi juga dalam persaudaraan yang terus dirawat.
Ben

