Bukan Sekadar Kunjungan! Kemensos, Dinsos, dan Dinkes Bersinergi untuk Penyandang Disabilitas Mental di Cianjur

CIANJUR | POSBIDIKBERITA.ID — Kepedulian terhadap penyandang disabilitas mental tidak cukup diwujudkan melalui kebijakan, tetapi harus hadir dalam aksi nyata. Komitmen tersebut ditunjukkan jajaran Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui kunjungan ke Yayasan Keswaranum di Jalan KH. Saleh, RW 02, Desa Sukamanah, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin oleh sejumlah pejabat Kementerian Sosial dari bidang rehabilitasi sosial penyandang disabilitas, didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cianjur beserta jajaran staf dan bidang rehabilitasi sosial. Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur sebagai bentuk sinergi lintas instansi dalam mendukung pemulihan dan pemenuhan kebutuhan para penyandang disabilitas mental.

Tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, kunjungan tersebut diisi dengan pemeriksaan kesehatan bagi para penghuni yayasan serta penyaluran sejumlah bantuan. Kehadiran pemerintah ini diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi para penyandang disabilitas mental yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.

Dalam keterangannya, Roni, selaku Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial, menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam memberikan pendampingan dan dukungan rehabilitasi sosial kepada para penyandang disabilitas mental.

“Kedatangan kami ke sini untuk bersilaturahmi dengan para sahabat penyandang disabilitas mental yang dirawat oleh Yayasan Keswaranum. Kami juga menyampaikan doa dan harapan terbaik bagi mereka, sekaligus memperkuat kerja sama dengan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, serta berbagai pihak lainnya,” ujar Roni.

Ia menjelaskan, rehabilitasi sosial menjadi bagian penting dari upaya membantu para penyandang disabilitas mental agar dapat memulihkan fungsi sosialnya dan, apabila memungkinkan serta didukung kondisi yang memadai, kembali berkumpul bersama keluarga.

Menurutnya, Kementerian Sosial juga membawa sejumlah bantuan yang merupakan titipan Menteri Sosial dan Wakil Menteri Sosial sebagai amanat yang disampaikan dalam kerangka pelaksanaan tugas pemerintah untuk memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan sosial.

Lebih jauh, Roni mengajak masyarakat di sekitar Yayasan Keswaranum untuk meningkatkan kepedulian terhadap para penghuni yayasan. Ia berharap masyarakat tidak hanya mengenal keberadaan yayasan, tetapi juga bersedia hadir, menjalin silaturahmi, dan memahami kondisi serta kebutuhan para penyandang disabilitas mental yang dirawat di sana.

“Kami berharap masyarakat sekitar lebih sering berkunjung dan bersilaturahmi agar mengetahui kondisi saudara-saudara kita yang dirawat di Yayasan Keswaranum. Apabila terdapat kebutuhan mendesak, masyarakat juga dapat membantu sesuai kemampuan, baik melalui sedekah maupun bentuk sumbangan lainnya,” tuturnya.

Roni menambahkan, kepedulian tersebut menjadi semakin berarti mengingat sebagian besar penghuni yayasan berasal dari kalangan masyarakat dengan kondisi ekonomi rentan. Karena itu, dukungan berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka sekaligus memperkuat keberlangsungan pelayanan sosial.

Sementara itu, Ketua Yayasan Keswaranum, Ai Rusmiati, bersama Sekretaris Yayasan, Friska, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kementerian Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada para penghuni yayasan.

Mereka berharap kunjungan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi awal dari hubungan komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan demi meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan para penyandang disabilitas mental.

“Semoga Allah SWT senantiasa meridai setiap ikhtiar baik ini, sehingga silaturahmi, komunikasi, dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus terjaga,” demikian harapan yang disampaikan pihak Yayasan Keswaranum.

Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa rehabilitasi sosial bukan semata-mata persoalan pelayanan, melainkan juga tentang penghormatan terhadap martabat manusia. Di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi, para penyandang disabilitas mental tetap memiliki hak untuk memperoleh perhatian, kesempatan pemulihan, serta dukungan sosial yang layak.

Sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat agar kepedulian tidak berhenti pada kunjungan dan bantuan sesaat, tetapi tumbuh menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan dalam mewujudkan kehidupan yang lebih bermartabat bagi para penyandang disabilitas mental.

M.Mahdi (Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *