Cianjur//psbidikberita-Warga Kabupaten Cianjur mulai merasakan dampak kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram di sejumlah wilayah. Salah satunya terjadi di Desa Kemang, Kecamatan Bojongpicung, sejak bulan puasa.
Menindaklanjuti informasi tersebut, pihak Pertamina bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kabupaten Cianjur turun langsung ke lapangan untuk memberikan solusi kepada masyarakat. Mereka menyalurkan 350 tabung LPG 3 kg yang dibagikan di halaman Desa Kemang.

Kepala Bidang LPG, H. Salman, menjelaskan bahwa kelangkaan yang terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Cianjur disebabkan oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah keterlambatan pasokan ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE). Akibatnya, armada agen gas Public Service Obligation (PSO) yang bertugas mendistribusikan ke pangkalan binaan mengalami keterlambatan.
“Jika dilihat dari kuota, LPG 3 kg di Kabupaten Cianjur sebenarnya masih terbilang aman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kemang, Dadan Subarna, membenarkan adanya kepanikan di tengah masyarakat akibat kelangkaan LPG 3 kg sejak menjelang Idulfitri 1447 H, dengan puncaknya terjadi pada April 2026. Namun, permasalahan tersebut kini telah teratasi setelah adanya komunikasi antara Pemerintah Desa Kemang dengan pihak Pertamina melalui Hiswana Migas Kabupaten Cianjur.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina dan Hiswana Migas Kabupaten Cianjur yang sigap menangani permasalahan di desa kami, sehingga kebutuhan gas masyarakat dapat terpenuhi,” ujarnya.
Ia berharap ke depan pasokan LPG 3 kg ke Desa Kemang dapat berjalan lancar, mengingat gas merupakan kebutuhan pokok masyarakat. “Kami juga berharap pihak terkait dapat lebih memperhatikan suplai LPG 3 kg agar kelangkaan tidak kembali terjadi,” pungkasnya.
Red

