Satgas Citarum Harum Dorong Penguatan Pengolahan Limbah Domestik Kota Bandung melalui Pengawasan dan Modernisasi IPAL Bojongsoang

Satgas Citarum Harum Dorong Penguatan Pengolahan Limbah Domestik Kota Bandung melalui Pengawasan dan Modernisasi IPAL Bojongsoang

Bandung//posbidikberita.id- Satgas Citarum Harum melaksanakan audiensi terkait pengelolaan limbah domestik bersama Perumda Tirtawening Kota Bandung di kawasan IPAL Bojongsoang.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi pengendalian pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, khususnya yang bersumber dari limbah domestik perkotaan.

Dalam audiensi tersebut, Satgas Citarum Harum menekankan pentingnya pemantauan kualitas air limbah secara berkala, terutama terhadap parameter Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD).

Pemeriksaan rutin diperlukan untuk memastikan air hasil pengolahan memenuhi baku mutu sebelum dialirkan ke badan air penerima.
Dansatgas Citarum Harum, Kolonel Infanteri Yanto Kusno Hendarto, menyampaikan bahwa pengelolaan limbah domestik harus didukung sistem pemantauan kualitas air yang terukur, rutin, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Parameter utama seperti BOD dan COD menjadi aspek penting yang harus diperiksa secara berkala karena menggambarkan tingkat beban pencemaran organik pada air limbah. Melalui pemeriksaan yang konsisten, kualitas air hasil pengolahan dapat diketahui secara objektif dan menjadi dasar evaluasi terhadap kinerja instalasi pengolahan,” ujarnya.

Selain pemeriksaan laboratorium, Satgas juga menegaskan pentingnya memastikan limbah domestik Kota Bandung yang masuk ke sistem pengolahan telah memenuhi baku mutu sebelum dibuang ke badan air penerima. Kepatuhan terhadap standar mutu dinilai menjadi langkah mendasar agar hasil olahan tidak menambah beban pencemaran di Sungai Citarum.

Oleh karena itu, hasil pengolahan dan data pengujian perlu tersedia secara lengkap, terdokumentasi, dan mudah ditelusuri, terutama parameter yang berkaitan langsung dengan kualitas efluen.

Sistem pengolahan limbah domestik Kota Bandung diketahui telah beroperasi sejak sekitar tahun 1992. Saat ini, cakupan layanan baru mencapai sekitar 60 persen dengan kapasitas aktual pengolahan berkisar 40.000–50.000 meter kubik per hari dari kapasitas desain sekitar 80.000 meter kubik per hari.

IPAL Bojongsoang masih menggunakan sistem kolam stabilisasi yang terdiri atas kolam anaerobik, fakultatif, dan maturasi. Sistem tersebut masih berfungsi, namun membutuhkan peningkatan teknologi, perluasan jaringan, serta pemeliharaan yang lebih intensif agar pengolahan limbah dapat berjalan lebih optimal.


Sejumlah persoalan turut menjadi perhatian dalam audiensi tersebut, di antaranya gangguan pada saluran terbuka sepanjang sekitar 3,5 kilometer, masuknya sampah saat banjir, pembendungan aliran oleh masyarakat pada musim kemarau, keterbatasan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), rendahnya tarif layanan, hingga potensi pembuangan limbah ilegal oleh industri maupun transporter limbah domestik.

Satgas Citarum Harum juga mendorong penguatan pengawasan berbasis teknologi melalui pemasangan CCTV dan sistem pemantauan kualitas air yang terintegrasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat deteksi dan penanganan apabila terjadi pembuangan limbah langsung ke badan air.
Ke depan, pengelolaan limbah domestik Kota Bandung perlu diperkuat melalui perbaikan tata kelola, validasi data teknis, peningkatan teknologi pengolahan, penambahan jaringan layanan, edukasi masyarakat, serta penegakan hukum terhadap praktik pembuangan limbah ilegal.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola layanan, Satgas Citarum Harum, dan masyarakat, pengolahan limbah domestik diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas lingkungan serta keberlanjutan Program Citarum Harum. Sekretariat Satgas Citarum Harum

Iriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *