Penataan KJA di Waduk Kaskade Citarum Diperkuat untuk Pulihkan Lingkungan dan Jaga Keberlanjutan Masyarakat
Bandung,//posbidikberita.id- Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kodam III/Siliwangi, Satgas Citarum Harum, pengelola waduk, dan instansi terkait memperkuat langkah penataan Keramba Jaring Apung (KJA) di Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur. Upaya ini dilakukan untuk memulihkan daya dukung lingkungan waduk yang saat ini telah mengalami tekanan akibat tingginya jumlah KJA yang melebihi kapasitas ideal. Jumat 5 Juni 2026
Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Kasdam III/Siliwangi, Brigjen TNI Agus Bhakti megaskan bahwa penataan KJA harus dilaksanakan secara terukur, berbasis data, dan mengedepankan pendekatan humanis. Selain menjaga fungsi waduk sebagai sumber daya air, pembangkit listrik, dan infrastruktur strategis, penataan juga harus memperhatikan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat yang selama ini bergantung pada budidaya ikan.
Berdasarkan pemaparan Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat, jumlah KJA eksisting di tiga waduk mencapai sekitar 163 ribu petak, jauh di atas daya dukung ideal yang hanya sekitar 21 ribu petak. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas lingkungan perairan, mengganggu fungsi teknis waduk, serta meningkatkan risiko pencemaran.
Pemerintah menargetkan pengurangan KJA secara bertahap sebanyak 2.500 petak per tahun pada periode 2026–2028. Prioritas penertiban akan difokuskan pada KJA yang tidak sesuai zonasi, tidak aktif, bermasalah perizinan, berada di lokasi berisiko, serta berpotensi mengganggu fungsi waduk. Seluruh proses akan didukung oleh sistem validasi data berbasis barcode dan pengawasan lapangan yang lebih intensif.
Dalam rapat tersebut, seluruh pihak juga sepakat bahwa penataan KJA harus disertai penguatan sosialisasi kepada masyarakat, peningkatan patroli dan monitoring, serta penyusunan skema alih usaha yang realistis dan berkelanjutan. Alternatif seperti budidaya bioflok, relokasi tertata, dan pengembangan usaha lainnya akan terus dikaji agar masyarakat terdampak tetap memiliki peluang ekonomi yang memadai.
Melalui kolaborasi lintas sektor, penataan KJA di Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur diharapkan tidak hanya mampu mengembalikan kualitas lingkungan dan fungsi waduk, tetapi juga menciptakan tata kelola perairan yang lebih tertib, berkelanjutan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Jawa Barat.
Iriyanto

