Cianjur//posbidikberita.id – Tugu Adipura yang berdiri di depan Terminal Rawabango, Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, kini tak lagi memancarkan pesona sebagaimana mestinya.
Ikon kebanggaan Kabupaten Cianjur yang menjadi simbol keberhasilan meraih penghargaan Adipura itu tampak redup setelah lampu sorot yang berfungsi menerangi monumen tersebut dilaporkan tidak berfungsi. Rabu (01/7/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, pada malam hari tidak terlihat adanya pencahayaan yang menyinari Tugu Adipura. Kondisi tersebut membuat nilai estetika tugu menurun sekaligus mengurangi kesan representatif terhadap simbol penghargaan bergengsi di bidang kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan.
Keberadaan Tugu Adipura sejatinya bukan sekadar ornamen kota, melainkan representasi atas capaian daerah dalam menjaga kualitas lingkungan. Karena itu, minimnya perawatan terhadap fasilitas tersebut menjadi perhatian masyarakat yang berharap pemerintah daerah tetap menjaga ikon tersebut agar tetap layak dan membanggakan.
Saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp pada Selasa (30/6/2026), Dani dari Bidang Bangunan Gedung, yang sebelumnya menjabat sebagai Jabatan Fungsional (JF) di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Cianjur, menjelaskan bahwa pembangunan Tugu Adipura dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2025 dengan alokasi anggaran sebesar Rp25 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa pada Tahun Anggaran 2026 belum tersedia anggaran khusus untuk pemeliharaan tugu tersebut.
Kondisi itu terjadi sebagai dampak dari kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah.
“Tugu Adipura dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2025 dengan anggaran sebesar Rp25 juta dari APBD. Untuk tahun 2026 ada efisiensi anggaran, sehingga belum tersedia anggaran untuk pemeliharaan Tugu Adipura,” ujar Dani.
Belum tersedianya anggaran pemeliharaan berdampak langsung pada belum dapat dilaksanakannya perbaikan lampu sorot yang menjadi elemen penting dalam memperkuat nilai estetika Tugu Adipura, khususnya pada malam hari.
Akibatnya, monumen yang semestinya menjadi daya tarik sekaligus kebanggaan masyarakat itu kini tampak kurang terawat.
Masyarakat pun berharap pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran pemeliharaan pada tahun anggaran mendatang.
Perawatan yang berkelanjutan dinilai penting agar Tugu Adipura kembali tampil representatif sebagai simbol prestasi daerah sekaligus wajah Cianjur yang mencerminkan komitmen terhadap kebersihan, keindahan, dan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.
Ben

