Diduga Ada Pungutan Jelang HUT ke-81 RI di Kecamatan Bojongpicung, Kades dan Kepsek Keluhkan Besaran Iuran

CIANJUR//posbidikberita.id – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan diperingati secara serentak pada 17 Agustus 2026, persiapan kegiatan di berbagai daerah mulai dilakukan, termasuk di Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur.

Namun, pelaksanaan persiapan HUT RI di wilayah tersebut diduga diwarnai adanya pungutan yang dikeluhkan sejumlah pihak. Dugaan tersebut mengarah kepada oknum Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Bojongpicung yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) tingkat kecamatan.

 

Salah seorang Kepala Desa di Kecamatan Bojongpicung yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku keberatan dengan adanya permintaan iuran sebesar Rp3.000.000 untuk setiap desa. Menurutnya, permintaan tersebut disampaikan dalam rapat para kepala desa yang digelar pada Juli 2026.

 

“Pada dasarnya kami merasa keberatan dengan permintaan tersebut. Uang itu tentunya harus kami anggarkan dari Dana Desa. Saat ini Dana Desa yang kami terima sekitar Rp350 juta, berbeda dengan tahun lalu yang nilainya jauh lebih besar sehingga beban iuran tidak terlalu terasa,” ungkapnya.

Ia berharap pembiayaan kegiatan peringatan HUT RI dapat dilakukan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar tidak membebani pemerintah desa.

 

Keluhan serupa juga disampaikan oleh seorang Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Bojongpicung yang juga enggan disebutkan namanya. Ia menyebutkan bahwa panitia PHBN diduga meminta sumbangan yang dihitung berdasarkan jumlah guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

 

“Setiap guru ASN diminta memberikan iuran sebesar Rp30.000. Jika dikalikan dengan jumlah guru ASN di Kecamatan Bojongpicung yang mencapai ratusan orang, tentu nilai yang terkumpul cukup besar,” ujarnya.

 

Menurutnya, permintaan tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan tenaga pendidik mengenai dasar dan mekanisme penarikan iuran tersebut.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Sekretaris Kecamatan Bojongpicung yang disebut-sebut sebagai Ketua Panitia PHBN belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan Pos Bidik Berita melalui aplikasi WhatsApp tidak membuahkan hasil karena nomor telepon yang bersangkutan tidak aktif.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *