Kenaikan Harga Ketan Putih Berdampak pada Penjualan di Pasar Ciranjang

Cianjur//posbidikberita.id-Kenaikan harga ketan putih mulai dirasakan para pedagang dan konsumen di Pasar Ciranjang yang berada di wilayah Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, pada Kamis (16/7/2026).

Lonjakan harga komoditas tersebut dinilai turut memengaruhi daya beli masyarakat, meski tidak terlalu signifikan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga ketan putih mengalami kenaikan sekitar Rp4.000 per kilogram. Sebelumnya dijual dengan harga Rp16.000 per kilogram, kini meningkat menjadi Rp20.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang di Kios A2 Pasar Ciranjang, Dede (41), mengungkapkan bahwa kenaikan harga ketan putih mulai berdampak terhadap jumlah pembeli. Menurutnya, konsumen masih tetap datang berbelanja, namun volume pembelian cenderung berkurang dibandingkan hari-hari sebelumnya.

“Kalau pengaruh terhadap pembeli tentu ada, meskipun tidak terlalu besar. Pembeli masih datang, tetapi jumlah yang dibeli sedikit berkurang. Harga ketan putih yang sebelumnya Rp16.000 per kilogram sekarang menjadi Rp20.000 per kilogram,” ujar Dede saat ditemui di kiosnya.

Ia menjelaskan, kenaikan harga tersebut terjadi pada jenis ketan putih premium yang selama ini menjadi salah satu komoditas dengan permintaan cukup tinggi di Pasar Ciranjang. Meski demikian, kondisi pasar masih relatif stabil dan aktivitas jual beli tetap berlangsung seperti biasa.

Dede berharap harga ketan putih dapat segera kembali normal agar daya beli masyarakat meningkat dan aktivitas perdagangan kembali bergairah. Menurutnya, harga yang stabil akan memberikan manfaat bagi seluruh pihak, baik pedagang maupun konsumen.

“Kami berharap harga bisa segera turun atau kembali stabil. Dengan begitu masyarakat tidak terbebani saat berbelanja, dan pedagang juga bisa kembali merasakan peningkatan penjualan,” harapnya.

Para pedagang berharap adanya stabilitas harga bahan pangan yang terlihat naik drastis jenis beras ketan putih di pasaran sehingga roda perekonomian masyarakat, khususnya di sektor perdagangan tradisional, tetap terjaga dan mampu memberikan kepastian bagi pelaku usaha maupun konsumen.

Ben

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *