Karang Taruna Karangtengah Masuki Era Baru, Muhamad Aldi Mulyadi Resmi Nahkodai Organisasi Kepemudaan 2026–2031

Cianjur//posbidikberita.id-Semangat regenerasi dan penguatan peran pemuda kembali menggema dalam momentum pemilihan dan pelantikan Ketua Karang Taruna Kecamatan Karangtengah yang digelar di Aula Desa Hegarmanah, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Rabu (7/5/2026).

Dalam suasana penuh kekeluargaan, demokratis, dan sarat semangat kebersamaan, Muhamad Aldi Mulyadi yang akrab disapa Kunil resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Karangtengah masa bakti 2026–2031.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Karang Taruna Kabupaten Cianjur, Delly Setia Permana, serta disaksikan oleh sejumlah tokoh organisasi kepemudaan dan para pengurus Karang Taruna dari berbagai tingkatan. Hadir pula mantan Ketua Karang Taruna Karangtengah Ade Muslihat, Ketua MKT Kabupaten Cianjur Muhamad Riksa, jajaran pengurus Karang Taruna Kabupaten Cianjur, serta para pengurus dan anggota Karang Taruna desa se-Kecamatan Karangtengah.

Momentum tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial pergantian kepemimpinan semata, tetapi juga menjadi titik awal kebangkitan organisasi kepemudaan dalam memperkuat sinergitas sosial serta meningkatkan kontribusi nyata pemuda terhadap pembangunan masyarakat.

Dengan hadirnya kepengurusan baru, Karang Taruna diharapkan mampu menjadi wadah produktif yang mendorong lahirnya generasi muda kreatif, inovatif, serta memiliki kepedulian sosial tinggi di tengah tantangan perkembangan zaman.

Dalam sambutannya, Ketua Karang Taruna Kecamatan Karangtengah terpilih, Muhamad Aldi Mulyadi, menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya.

Ia menegaskan bahwa jabatan yang kini diembannya merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan dan komitmen.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Karangtengah. Ini merupakan amanah besar, dan Insyaallah saya akan menjalankan roda organisasi ini dengan sebaik-baiknya serta penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Aldi menilai, tantangan terbesar yang saat ini dihadapi organisasi adalah belum optimalnya koordinasi dan komunikasi antara Karang Taruna tingkat desa dengan kecamatan. Menurutnya, masih terdapat sejumlah desa yang kurang aktif dalam menjalankan roda organisasi, bahkan ada yang belum tersentuh pembinaan secara maksimal.

Karena itu, dirinya berkomitmen untuk melakukan pembenahan organisasi mulai dari tingkat desa sebagai fondasi utama penguatan Karang Taruna di Kecamatan Karangtengah.

“Kedepannya saya ingin membenahi terlebih dahulu struktur dan koordinasi organisasi di tingkat desa. Karena kita melihat masih ada desa-desa yang kurang aktif, kurang terurus, bahkan komunikasi antara Karang Taruna desa dengan tingkat kecamatan belum berjalan maksimal,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan pentingnya membangun kembali hubungan yang harmonis antara Karang Taruna desa, kecamatan, hingga kabupaten agar tercipta sinergitas organisasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Menurut Aldi, Karang Taruna harus hadir sebagai jembatan aspirasi pemuda sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sosial kemasyarakatan.

“Harapan saya, Karang Taruna Kecamatan Karangtengah bisa lebih baik lagi, lebih solid, dan lebih sinergis dengan semua organisasi maupun unsur pemerintahan. Kita harus menjadi organisasi yang aktif, hadir di tengah masyarakat, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi pemuda dan warga,” katanya.

Lebih lanjut, Aldi mengungkapkan bahwa salah satu fokus utamanya ke depan adalah membangun semangat kebersamaan antar pengurus dan anggota. Sebab menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak bisa dibangun secara individu, melainkan membutuhkan kekompakan dan kerja sama seluruh elemen.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Organisasi ini membutuhkan kebersamaan, komunikasi, dan kerja sama dari semua pengurus maupun anggota. Karena itu saya ingin merangkul semuanya agar Karang Taruna benar-benar menjadi rumah bersama bagi para pemuda,” tambahnya.

Lanjut Aldi menegaskan bahwa keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi penghambat bagi organisasi untuk terus bergerak dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Kita harus mampu membangun semangat gotong royong dan kemandirian. Program kerja tidak akan berjalan tanpa kerja sama semua pihak. Karena itu saya akan fokus membangun komunikasi dan kekompakan terlebih dahulu, terutama dengan para pengurus di tingkat desa,” jelasnya.

Aldi juga berkomitmen untuk turun langsung ke desa-desa guna memperkuat koordinasi dan memastikan keberadaan Karang Taruna benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menurutnya, selama ini masih terdapat kendala akses komunikasi antara Karang Taruna desa dengan tingkat kecamatan maupun kabupaten, sehingga diperlukan pembenahan secara menyeluruh dalam sistem koordinasi organisasi.

“Saya ingin Karang Taruna desa merasa diperhatikan dan memiliki ruang untuk berkembang. Kedepannya kami akan membangun komunikasi yang lebih baik agar hubungan antara desa, kecamatan, hingga kabupaten berjalan lebih harmonis dan terarah,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Cianjur, Delly Setia Permana, menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru di Kecamatan Karangtengah mampu menghadirkan energi baru dan inovasi positif dalam pengembangan organisasi kepemudaan.

Menurutnya, regenerasi kepemimpinan merupakan bagian penting dalam menjaga eksistensi Karang Taruna agar tetap relevan dengan perkembangan sosial masyarakat saat ini.

“Karang Taruna harus menjadi organisasi yang progresif, mampu menjawab tantangan sosial, dan menjadi wadah lahirnya pemuda-pemuda kreatif serta berdaya saing. Saya berharap kepengurusan baru di Karangtengah dapat menjalankan amanah dengan baik dan membangun sinergi hingga ke tingkat desa,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa peran pemuda saat ini tidak hanya sebatas kegiatan seremonial, melainkan harus mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial dan pemberdayaan masyarakat di berbagai sektor.

Pelaksanaan pemilihan dan pelantikan Ketua Karang Taruna Kecamatan Karangtengah ini sekaligus menjadi simbol bangkitnya semangat baru organisasi kepemudaan di Kabupaten Cianjur.

Dengan kepemimpinan baru, Karang Taruna diharapkan mampu memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan partisipasi aktif generasi muda, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.

Sementara itu mantan Ketua Karang Taruna Kecamatan Karangtengah, Ade Muslihat, menyampaikan harapan besar kepada kepengurusan baru Karang Taruna Kecamatan Karangtengah periode 2026–2031 agar mampu membawa organisasi kepemudaan tersebut menjadi lebih baik, solid, dan profesional dalam menjalankan roda organisasi.

Menurut Ade Muslihat, proses regenerasi kepengurusan merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi agar tetap hidup dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman serta kebutuhan masyarakat.

Ia menilai, regenerasi kepemimpinan yang dilakukan saat ini merupakan langkah positif dalam membangun semangat baru di tubuh Karang Taruna Kecamatan Karangtengah.

“Regenerasi ini memang menjadi salah satu program dan harapan besar dari Karang Taruna Kabupaten Cianjur. Saya berharap kepengurusan baru dapat membawa organisasi ini menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ade juga mengungkapkan bahwa selama masa kepemimpinannya masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu dibenahi oleh kepengurusan baru, terutama dalam aspek administrasi organisasi, koordinasi antar pengurus, hingga penguatan kelembagaan di tingkat desa.
Karena itu, dirinya berharap Ketua Karang Taruna terpilih bersama jajaran pengurus baru dapat melakukan pembenahan secara menyeluruh agar organisasi semakin tertata dan memiliki arah yang jelas.

“Saya berharap pengurus baru dapat membenahi berbagai hal yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah, terutama terkait administrasi organisasi, penguatan struktur kepengurusan, dan komunikasi hingga tingkat desa,” katanya.

Selain itu, Ade menegaskan bahwa organisasi kepemudaan harus dijalankan dengan semangat kebersamaan dan kedewasaan dalam berorganisasi. Menurutnya, perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang wajar, namun tidak boleh menjadi alasan munculnya perpecahan di internal organisasi.

Ia menekankan bahwa Karang Taruna memiliki aturan dan mekanisme organisasi yang harus dijalankan bersama secara kolektif, bukan berdasarkan kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

“Saya berharap pesta demokrasi ini menjadi bentuk kedewasaan kita dalam berorganisasi. Jangan sampai karena perbedaan pandangan justru membuat kita terpecah. Organisasi memiliki aturan dan mekanisme yang harus dijalankan bersama, sehingga kita tidak bisa berjalan berdasarkan keinginan pribadi,” tegasnya.

Ade juga mengajak seluruh pengurus dan anggota Karang Taruna untuk tetap menjaga kekompakan serta mendukung kepemimpinan baru demi kemajuan organisasi di masa mendatang.

Menurutnya, keberhasilan program kerja Karang Taruna tidak hanya bergantung pada ketua terpilih, tetapi membutuhkan dukungan, sinergi, dan partisipasi aktif seluruh elemen organisasi.
“Siapa pun ketuanya, organisasi ini harus tetap berjalan. Karena Karang Taruna adalah rumah bersama bagi para pemuda. Maka yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga solidaritas, kebersamaan, dan semangat untuk terus membangun,” pungkasnya.

Ben

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *