Karawang//posbidikberita.id– Kembali menjadi saksi hidupnya denyut spiritual umat Islam yang mengakar kuat dalam tradisi keagamaan Nusantara. Pada Selasa malam hingga Rabu (5/05/2026), ribuan jamaah dari berbagai wilayah seperti Karawang dan Cikarang memadati kawasan Perumahan Karawang Indah untuk mengikuti Majlis Dzikir dan pembacaan manaqib Syekh Abdul Qadir Jaelani.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Jama’ah Al Khidmah Kota Karawang bersama komunitas Ukhsafi Copler Community, dalam suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan yang kental.
Sejak usai pelaksanaan sholat Magrib, lantunan dzikir mulai menggema, menyelimuti area majelis dengan nuansa religius yang menenangkan. Rangkaian acara berlangsung secara tertib dan khidmat, diawali dengan istighotsah sebagai bentuk permohonan pertolongan kepada Allah SWT, dilanjutkan dengan pembacaan manaqib Syekh Abdul Qadir Jaelani yang sarat dengan nilai keteladanan spiritual, kemudian dzikir bersama, hingga ditutup dengan doa yang dipanjatkan penuh harap dan kerendahan hati.

Ketua Al Khidmah Kota Karawang, H. Mukholis, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan majelis dzikir ini bukanlah agenda insidental, melainkan telah menjadi tradisi rutin yang digelar setiap bulan di Perumahan Karawang Indah sejak dua tahun terakhir.
Ia menegaskan bahwa konsistensi ini merupakan bagian dari ikhtiar membangun kesadaran spiritual masyarakat di tengah dinamika kehidupan modern yang kian kompleks.
“Majlis dzikir ini adalah ruang bagi umat untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus menjaga warisan spiritual para ulama. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi gerakan ruhani yang harus terus dijaga keberlangsungannya,” ungkap H. Mukholis.
Kehadiran tokoh-tokoh penting turut menambah khidmatnya suasana. Ketua Islami Center Karawang (ICK), H. Acep Kusnadi, hadir bersama istri dan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.
Ia bahkan menyampaikan harapannya agar majelis serupa dapat segera diselenggarakan di Masjid Al Jihad Karawang, sehingga jangkauan dakwah dan pembinaan umat semakin luas dan merata.
Sementara itu, Ketua Umum Jama’ah Al Khidmah Pusat, H. Mohammad Uripan, dalam pesannya mengajak Pemerintah Kota Karawang untuk tidak hanya memberikan dukungan secara simbolis, tetapi juga terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan seperti ini.
Ia menekankan pentingnya partisipasi aparatur pemerintah, mulai dari kepala dinas hingga lurah, sebagai bagian dari upaya nyata mewujudkan Karawang sebagai kota religius.
Menurutnya, cita-cita menjadikan Karawang sebagai “kota padi yang religius” tidak cukup hanya dengan wacana atau slogan semata, melainkan membutuhkan langkah konkret yang menyentuh aspek spiritual masyarakat dan aparatur negara.
“Jika seluruh elemen, termasuk pemerintah, dapat terlibat aktif dalam majelis dzikir, maka harapan untuk mewujudkan masyarakat yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur bukanlah sesuatu yang utopis, melainkan keniscayaan yang bisa kita capai bersama,” tutur Mohammad Uripan dengan penuh optimisme.
Lebih lanjut, H. Mukholis juga menjelaskan bahwa Jama’ah Al Khidmah secara rutin menggelar agenda tahunan yang lebih besar, khususnya pada bulan Maulid. Kegiatan tersebut meliputi Majlis Dzikir, pembacaan Manaqib Sulthonul Auliya Syekh Abdul Qadir Al Jaelani, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, serta majelis kirim doa untuk para orang tua, guru, dan para ulama terdahulu (salafus shalih).
Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini memiliki tujuan strategis, yakni memperkuat akidah Ahlussunnah wal Jamaah di tengah masyarakat, sekaligus membentengi umat dari berbagai ajaran yang menyimpang. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menghidupkan kembali tradisi ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang dalam beberapa tahun terakhir mulai tergerus oleh arus modernisasi.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan spiritual kami untuk menjaga kemurnian ajaran, sekaligus merawat tradisi keilmuan dan amaliyah para ulama yang telah diwariskan kepada kita,” jelasnya.
Majelis dzikir tersebut juga dihadiri oleh berbagai elemen penting, termasuk perwakilan dari Pemerintah Kota Karawang, rombongan pengurus Al Khidmah dari Bekasi dan Jakarta, serta para imam khusus yang turut memimpin jalannya dzikir dengan penuh kekhusyukan.
Suasana kebersamaan yang tercipta dalam majelis ini mencerminkan kuatnya ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Ribuan jamaah yang hadir tampak larut dalam dzikir, menyatukan hati dan harapan dalam doa yang dipanjatkan bersama.
Kegiatan ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan manifestasi nyata dari kesadaran kolektif umat untuk kembali kepada nilai-nilai spiritual yang autentik. Di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan zaman, majelis dzikir seperti ini menjadi oase yang menyejukkan, sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga hubungan vertikal dengan Sang Pencipta.
Karawang, dengan segala potensinya, kini tidak hanya dikenal sebagai lumbung padi nasional, tetapi juga mulai menegaskan identitasnya sebagai pusat kegiatan spiritual yang hidup dan berkembang. Melalui majelis dzikir yang konsisten dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat, harapan akan terwujudnya kota yang religius bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan proses nyata yang sedang berjalan.
Dan di tengah lantunan dzikir yang terus bergema, satu pesan terasa begitu kuat: bahwa kekuatan spiritual umat, jika dirawat dengan istiqamah, akan menjadi fondasi kokoh bagi terbangunnya masyarakat yang damai, berakhlak, dan penuh keberkahan.
Ben

