CIANJUR | POSBIDIKBERITA.ID – Rencana penerapan sistem digitalisasi dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Cianjur mendapat respons positif dari Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Cianjur sekaligus Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Cianjur, H. Lilis Boy.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam proses pemungutan hingga penghitungan suara merupakan langkah progresif yang berpotensi meningkatkan akurasi hasil pemilihan sekaligus mempersempit ruang terjadinya kecurangan.

H. Lilis Boy menilai, keberhasilan penerapan Pilkades berbasis digital tidak semata-mata ditentukan oleh kecanggihan sistem, tetapi juga bergantung pada kesiapan sumber daya manusia yang mengoperasikannya di lapangan.
Ia menekankan pentingnya pembekalan dan pelatihan bagi para operator sebelum sistem tersebut diterapkan secara penuh.
“Digitalisasi Pilkades saya kira merupakan langkah yang baik karena hasilnya bisa lebih akurat.
Namun operatornya harus mendapatkan pelatihan terlebih dahulu agar memahami sistem yang digunakan. Dengan begitu, kemungkinan terjadinya kecurangan dapat ditekan seminimal mungkin,” ujarnya, Senin (5/10/2026).
Selain aspek akurasi, Lilis Boy melihat kecepatan dalam penyajian hasil sebagai salah satu keunggulan utama sistem digital. Dengan teknologi, proses penghitungan suara diharapkan dapat berlangsung lebih efisien sehingga masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mengetahui hasil pemilihan.
“Dalam waktu yang tidak terlalu lama, hasil pemilihan bisa langsung diketahui. Ini tentu menjadi salah satu keuntungan dari penerapan digitalisasi,” katanya.
Politisi Partai Demokrat itu berharap modernisasi dalam mekanisme Pilkades juga diiringi dengan peningkatan kualitas demokrasi di tingkat desa. Menurutnya, proses pemilihan harus mampu melahirkan pemimpin yang memiliki kapasitas, integritas, serta keberpihakan yang kuat terhadap kepentingan masyarakat.
“Saya berharap akan terpilih kepala-kepala desa yang bermutu dan mampu membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Kepala desa harus menjadi pemimpin yang bekerja untuk kepentingan rakyat, bukan jabatan yang harus diperjualbelikan,” tegasnya.
Di sisi lain, Lilis Boy menyadari bahwa digitalisasi Pilkades dapat mengubah atmosfer yang selama ini menjadi bagian dari dinamika pemilihan kepala desa.
Sistem penghitungan manual, menurutnya, memiliki euforia tersendiri karena masyarakat dapat menyaksikan secara langsung setiap surat suara dibuka dan dihitung.
“Memang mungkin ada budaya atau euforia yang selama ini terasa saat penghitungan suara dilakukan secara manual. Ketika satu per satu surat suara dibuka, masyarakat merasakan ketegangan dan antusiasme tersendiri. Dengan sistem digital, suasana seperti itu mungkin akan berkurang,” ungkapnya.
Meski demikian, ia berpandangan bahwa manfaat digitalisasi jauh lebih besar dibandingkan konsekuensi perubahan budaya dalam proses penghitungan suara.
Modernisasi tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pemilihan yang lebih transparan, efektif, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Karena itu, ia berharap penerapan sistem digital dalam Pilkades dapat dipersiapkan secara matang, mulai dari kesiapan perangkat, mekanisme pengamanan sistem, hingga kompetensi sumber daya manusia yang terlibat.
“Mudah-mudahan ini menjadi langkah terbaik untuk kemajuan masyarakat Kabupaten Cianjur. Dengan adanya digitalisasi, proses Pilkades akan semakin bermanfaat dan mampu mendukung terciptanya pemerintahan desa yang lebih baik,” pungkasnya.
M.Mahdi (Ben)
