CIANJUR | POSBIDIKBERITA.ID — Setelah diperjuangkan masyarakat selama kurang lebih lima tahun, rehabilitasi Irigasi Cihelang di Desa Babakancaringin, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, akhirnya direalisasikan melalui dukungan anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat senilai Rp3.328.825.244. Proyek ini menjadi harapan baru bagi para petani untuk mendapatkan layanan pengairan yang lebih optimal sekaligus memperkuat fondasi produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
Pembangunan yang telah lama dinantikan itu disambut positif oleh masyarakat setempat, terutama para petani yang menggantungkan keberlangsungan usaha taninya pada ketersediaan air. Bagi mereka, rehabilitasi irigasi bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan investasi penting untuk menjaga keberlanjutan pertanian di tengah dinamika cuaca yang kian sulit diprediksi.
Keberadaan irigasi yang memadai diharapkan mampu membantu pengelolaan aliran air, baik ketika menghadapi kondisi cuaca ekstrem maupun saat intensitas hujan meningkat. Dengan sistem pengairan yang lebih baik, risiko gangguan terhadap aktivitas pertanian diharapkan dapat diminimalkan.

Pelaksana proyek dari CV Dwi Tunggal Jaya, M. Yusuf Firdaus, menjelaskan pada Rabu (21/10/2026), bahwa rehabilitasi tersebut merupakan jawaban atas aspirasi masyarakat yang telah diperjuangkan selama kurang lebih lima tahun.
“Alhamdulillah, pekerjaan sudah berjalan hampir dua bulan dengan progres fisik mendekati 35 persen. Kami berharap, apabila kondisi cuaca mendukung, pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target pada awal Desember,” ungkap Yusuf.
Perjuangan Panjang Masyarakat Mulai Terjawab
Menurut Yusuf, realisasi rehabilitasi Irigasi Cihelang memiliki arti penting bagi masyarakat karena pembangunan tersebut berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan. Aspirasi yang disampaikan selama bertahun-tahun akhirnya mendapat tindak lanjut melalui program pembangunan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Ia menegaskan, pihak pelaksana berupaya menjaga ritme pekerjaan agar tetap berjalan sesuai target, tanpa mengabaikan kualitas konstruksi. Dukungan cuaca, pengawasan, serta koordinasi dengan pihak terkait menjadi sejumlah faktor yang berpengaruh terhadap kelancaran pelaksanaan proyek.
Dalam pengerjaannya, proyek ini turut mendapat pengawasan dari pihak dinas dan konsultan. Masyarakat setempat juga dilibatkan dalam kegiatan pekerjaan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan warga di sekitar lokasi pembangunan.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran pelaksanaan proyek, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap infrastruktur yang nantinya akan dimanfaatkan bersama.
Ditargetkan Layani Lahan Pertanian Seluas 167 Hektare
Salah satu aspek penting dari rehabilitasi Irigasi Cihelang adalah potensi manfaatnya bagi sektor pertanian. Berdasarkan keterangan pelaksana, infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung pengairan lahan pertanian seluas kurang lebih 167 hektare, dengan cakupan wilayah yang disebut menjangkau Kecamatan Cianjur, Karangtengah, hingga Sukaluyu.
Apabila berfungsi secara optimal, keberadaan irigasi ini berpotensi membantu petani menjaga ketersediaan air untuk kebutuhan budidaya, meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan, serta mendukung kesinambungan masa tanam.
Dalam konteks pembangunan daerah, infrastruktur irigasi memiliki posisi strategis. Ketersediaan air yang terkelola dengan baik merupakan salah satu faktor penentu produktivitas pertanian, sekaligus bagian penting dari upaya menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Karena itu, manfaat proyek ini nantinya tidak semata-mata diukur dari rampungnya pembangunan fisik, tetapi juga dari sejauh mana sistem irigasi tersebut mampu menjawab kebutuhan petani secara berkelanjutan.
Kualitas dan Ketepatan Waktu Menjadi Komitmen
Yusuf menyampaikan, pihaknya berkomitmen memaksimalkan setiap tahapan pekerjaan agar hasil rehabilitasi sesuai dengan spesifikasi dan harapan masyarakat.
Ben
