Cianjur//posbidikberita.id Kehadiran Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Kosasih di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Kamis (20/8/2026), menjadi momentum penting bagi pemerintah desa dan pengelola koperasi untuk memperkuat kesiapan dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Kunjungan tersebut disambut hangat jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Karangtengah, Camat Karangtengah Doni Herdiyana, para kepala desa Se-Kecamatan Karangtengah, serta masyarakat setempat.
KDMP Desa Bojong yang berada di Kampung Gunteng memiliki posisi cukup strategis karena terletak di kawasan yang mudah dijangkau dan berada tidak jauh dari akses jalan utama.
Lokasi tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa.
Camat Karangtengah Doni Herdiyana mengatakan, pihaknya masih menunggu tahapan dan petunjuk lebih lanjut terkait pengoperasian KDMP Desa Bojong. Menurutnya, kunjungan Pangdam III Siliwangi MayJen Kosasih menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi dan kesiapan sarana koperasi yang telah dibangun.
“Intinya kami dari kecamatan dan pemerintah desa menyambut baik kedatangan beliau. Kami juga menjelaskan dan memperlihatkan kondisi pembangunan KDMP yang ada di Desa Bojong,” ujar Doni.

Ia menambahkan, terkait waktu penyerahan maupun mulai beroperasinya KDMP, pihaknya masih menunggu arahan serta regulasi dari pemerintah pusat. Sejumlah sarana pendukung juga telah tersedia dan tinggal menunggu petunjuk mengenai mekanisme pemanfaatannya.
Sementara itu, Kepala Desa Bojong Uyeng Handoko menilai kunjungan Pangdam III Siliwangi MayJen Kosasih ke KDMP Desa Bojong merupakan sebuah kehormatan sekaligus suntikan motivasi bagi pemerintah desa dan jajaran pengurus koperasi.
Menurut Uyeng, kehadiran Pangdam di lokasi tersebut menjadi momentum yang dapat memperkuat semangat seluruh pihak untuk menjalankan amanah pengelolaan Koperasi Merah Putih.
“Bagi kami, ini merupakan suatu kehormatan. Kunjungan Pangdam III siliwangi ke koperasi Desa Bojong menjadi motivasi bagi kami selaku pemangku kewilayahan dan pengurus koperasi untuk semakin serius menjalankan amanah Koperasi Merah Putih,” katanya.
Uyeng menjelaskan, secara fisik bangunan KDMP Desa Bojong telah selesai dibangun. Namun, proses serah terima dan operasional koperasi masih menunggu regulasi serta registrasi kepengurusan.
“Kami mengikuti proses pembangunan sejak awal hingga selesai. Alhamdulillah, secara fisik bangunan sudah selesai. Saat ini kami tinggal menunggu proses penyerahan dan regulasi yang menjadi dasar pengelolaannya,” ujarnya.
Lebih jauh, pihaknya berharap potensi produk unggulan dan hasil usaha masyarakat Desa Bojong nantinya dapat diakomodasi melalui koperasi. Dengan demikian, KDMP tidak sekadar menjadi bangunan administratif, tetapi benar-benar berfungsi sebagai ruang ekonomi yang mampu mempertemukan potensi produksi masyarakat dengan kebutuhan pasar.
Menurutnya, berbagai kebutuhan pokok maupun produk yang dihasilkan masyarakat sebenarnya cukup banyak dan berpotensi untuk dipasarkan melalui KDMP.
Namun, pengelola masih membutuhkan kepastian mengenai pola permodalan, mekanisme usaha, hingga ketentuan simpan pinjam.
“Kami berharap barang dan potensi yang ada di lingkungan Desa Bojong nantinya bisa diakomodasi untuk dijual di sini. Banyak produk yang bisa dikembangkan, tetapi kami masih menunggu kejelasan mengenai permodalan dan regulasinya,” tutur Uyeng.
Ia menyebutkan, sejumlah perbankan seperti BNI, BRI, dan Bank Mandiri sebelumnya telah menunjukkan ketertarikan untuk menjalin kerja sama. Kendati demikian, hingga kini masih menunggu tindak lanjut serta kepastian skema kerja sama yang dapat diterapkan.
Karena itu, Pemerintah Desa Bojong bersama pengurus KDMP berharap bangunan yang telah rampung tersebut dapat segera diserahterimakan dan difungsikan.
“Kami berharap secepatnya ada penyerahan dan regulasi yang jelas. Jangan sampai bangunan yang sudah selesai ini terlalu lama tidak dimanfaatkan. Harapan kami, KDMP bisa segera beroperasi dan pengurus dapat mulai bekerja,”tutupnya.
Kunjungan Pangdam III Siliwangi Mayjen Kosasih tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa keberadaan KDMP Desa Bojong tidak hanya dipandang dari sisi kesiapan bangunan, tetapi juga menyangkut kesiapan ekosistem ekonomi desa.
Kejelasan regulasi, kepastian permodalan, kesiapan pengurus, serta kemampuan mengelola potensi lokal menjadi sejumlah elemen penting agar koperasi benar-benar mampu hadir sebagai instrumen penguatan ekonomi masyarakat.
Dengan dukungan berbagai pihak dan regulasi yang jelas, KDMP Desa Bojong diharapkan dapat segera bertransformasi dari sekadar infrastruktur yang telah selesai dibangun menjadi pusat kegiatan ekonomi yang produktif, mandiri, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Ben

