PURWAKARTA | POSBIDIKBERITA.ID — Perjalanan di ruas tol tak selalu identik dengan kecepatan dan tujuan. Di KM 88 arah Jakarta, hadir sebuah ruang singgah yang menawarkan pengalaman berbeda. UMKM 88B yang notaben nya milik Desa Sukajaya,Kecamatan Sukatani, Kabupaten purwakarta. berupaya menghadirkan perpaduan antara kuliner, kenyamanan, dan suasana bernuansa Nusantara bagi para pengguna jalan.

Pengelola UMKM 88B, Anggi Septiani, mengatakan, Jumat (25/9/2026), keberadaan tempat tersebut dirancang bukan sekadar sebagai area makan, tetapi juga menjadi ruang istirahat yang dapat memberikan pengalaman lebih lengkap bagi masyarakat yang tengah melakukan perjalanan.
“Yang paling kita tampilkan utamanya kuliner. Biasanya di tempat istirahat ada tempat makan, tetapi kami ingin menghadirkan suasana yang berbeda, dengan nuansa Nusantara,” ujar Anggi.
Menurutnya, UMKM 88B menawarkan beragam pilihan makanan dan minuman dalam satu lokasi. Mulai dari makanan utama, makanan ringan atau camilan, hingga aneka minuman dan kopi tersedia untuk memenuhi kebutuhan pengunjung dengan selera yang beragam.
Konsep tersebut sekaligus menjadi upaya UMKM 88B untuk memberikan alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan tempat berhenti sejenak selama perjalanan.
“Kalau di tempat lain mungkin orang sudah punya pilihan menu masing-masing. Kami menyediakan berbagai menu, mulai dari camilan, makanan pokok, sampai minuman dan kopi. Jadi cukup lengkap dalam satu tempat,” katanya.
Dari sisi kunjungan, Anggi menyebut jumlah pengunjung UMKM 88B cukup dinamis. Tingkat kunjungan sangat dipengaruhi oleh hari, tanggal, serta kondisi arus kendaraan di jalan tol.
“Kalau Jumat, Sabtu, dan Minggu biasanya lumayan. Tidak kosong, tetapi memang jumlahnya tidak selalu sama. Tergantung tanggal dan harinya juga,” ungkapnya.
Ia menambahkan, momentum tertentu dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. Pada hari Minggu yang bertepatan dengan tanggal awal bulan, misalnya, pendapatan dalam sehari disebut dapat mencapai sekitar Rp15 juta.
“Kalau tanggal satu, biasanya lumayan. Pernah dalam sehari mencapai sekitar Rp15 juta. Jadi memang tergantung tanggal dan hari,” jelas Anggi.
Sementara itu, mengenai menu yang paling diminati, Anggi mengatakan selera pengunjung cukup beragam. Tidak ada satu jenis menu yang selalu menjadi primadona karena karakter pengunjung berbeda-beda.
“Ada yang lebih banyak membeli minuman, ada juga yang memilih camilan atau makanan. Banyak juga yang datang hanya untuk minum, nongkrong sebentar, dan beristirahat,” tuturnya.
Lebih dari sekadar menawarkan makanan, UMKM 88B juga ingin menjadi salah satu pilihan tempat persinggahan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan dari maupun menuju kawasan Bandung, Garut, dan wilayah Jawa Barat lainnya.
Anggi pun mengajak masyarakat untuk menjadikan UMKM 88B sebagai salah satu alternatif tempat beristirahat ketika melintas di jalur tol.
“Bagi masyarakat yang sudah berkunjung atau bepergian dari Bandung, Garut, maupun daerah Jawa Barat lainnya dan menuju Jakarta, boleh mampir ke KM 88B arah Jakarta. Kami menyediakan berbagai menu Nusantara, tempat istirahat yang nyaman, serta fasilitas untuk salat,” pungkasnya.
Dengan konsep yang memadukan kuliner, kenyamanan, dan ruang istirahat, UMKM 88B mencoba menempatkan rest area bukan semata sebagai titik berhenti dalam perjalanan, melainkan sebagai ruang singgah yang memberi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati sajian kuliner sekaligus melepas penat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
M.Mahdi (Ben)

