CIANJUR|POSBIDIKBERITA.ID – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Cianjur Tahun 2026, Polsek Sukanagara bersama jajaran TNI dan panitia penyelenggara setempat melaksanakan upaya pengamanan di Desa Ciguha, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergitas antara unsur kepolisian, TNI, dan panitia Pilkades dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman, damai, serta kondusif selama seluruh tahapan pesta demokrasi tingkat desa berlangsung.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pagi yang dilaksanakan di halaman Mapolsek Sukanagara. Apel dipimpin langsung oleh Kapolsek Sukanagara, IPTU Kurnia Gumelar, didampingi jajaran anggota Polsek Sukanagara serta anggota Koramil 0608 Sukanagara.

Dalam arahannya, IPTU Kurnia Gumelar menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat sebagai salah satu fondasi utama dalam menyukseskan pelaksanaan Pilkades Serentak 2026.
Menurutnya, terciptanya situasi yang aman dan kondusif bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, melainkan membutuhkan dukungan serta peran aktif seluruh elemen masyarakat.
Mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga seluruh warga diharapkan dapat bersama-sama menjaga suasana tetap sejuk dan harmonis.
Ia juga mengingatkan agar seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi di lingkungan masing-masing, membangun komunikasi dan koordinasi yang baik, serta mengambil langkah antisipasi secara cepat dan tepat apabila ditemukan potensi gangguan keamanan maupun konflik sosial.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya melalui media sosial. Informasi yang belum jelas kebenarannya diharapkan tidak langsung dipercaya ataupun disebarluaskan karena berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memicu perpecahan di tengah masyarakat.
Menjelang pelaksanaan Pilkades, masyarakat juga diharapkan mampu menyikapi proses demokrasi secara dewasa. Perbedaan pilihan dalam menentukan calon kepala desa merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan berdemokrasi. Namun, perbedaan tersebut hendaknya tidak berkembang menjadi permusuhan, polarisasi, maupun konflik yang dapat merusak persatuan dan kerukunan warga.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Pilkades Serentak, Asep Setiawan, S.H., yang akrab disapa Asep Gempur, mengungkapkan bahwa seluruh jajaran pemerintah, mulai dari kepala perangkat daerah, camat, hingga para calon kepala desa, memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga suasana tetap kondusif selama tahapan Pilkades berlangsung.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga profesionalitas dan netralitas seluruh pihak yang terlibat, sehingga pelaksanaan Pilkades dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Asep Gempur, pelayanan publik harus tetap berjalan secara adil, profesional, dan tidak diskriminatif. Seluruh masyarakat juga harus mendapatkan perlakuan yang sama tanpa membedakan pilihan politik maupun dukungan terhadap calon kepala desa tertentu.
Lebih lanjut, masyarakat diingatkan agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama kabar yang beredar melalui berbagai platform media sosial.
Penyebaran berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian, serta konten yang mengandung unsur provokasi dan berpotensi memecah belah masyarakat harus dihindari demi menjaga persaudaraan dan keharmonisan antarwarga.
Sinergitas antara Polri, TNI, panitia penyelenggara, pemerintah setempat, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana demokrasi yang sehat di tingkat desa.
Melalui kegiatan pengamanan dan koordinasi tersebut, diharapkan seluruh tahapan Pilkades Serentak Kabupaten Cianjur Tahun 2026, khususnya di Desa Ciguha, Kecamatan Sukanagara, dapat berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan damai.
Pilkades bukan sekadar ajang menentukan pemimpin desa, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta membangun masa depan desa secara bersama-sama.
Dengan semangat kebersamaan dan kedewasaan dalam berdemokrasi, masyarakat diharapkan tetap menjaga persaudaraan meskipun memiliki perbedaan pilihan.
Iwan Setiawan
