Perang Melawan Sampah Dimulai dari Rumah, Gebrakan H. Aldi Yudistira Dalam Resesnya

CIANJUR|POSBIDIKBERITA.ID – Persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan mengandalkan tempat pembuangan akhir (TPA). Dibutuhkan perubahan pola pikir, kesadaran kolektif, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Semangat itulah yang mengemuka dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Cianjur dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Aldi Yudistira, S.E., yang digelar di Desa Sukasarana, Kecamatan Karangtengah, Rabu (4/11/2026).

Dalam agenda penyerapan aspirasi tersebut, H. Aldi Yudistira memberikan perhatian khusus terhadap persoalan lingkungan, terutama penanganan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan serius bagi Kabupaten Cianjur.

Baginya, perang terhadap sampah bukan sekadar persoalan kebersihan, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan kesadaran bersama dalam menjaga kualitas lingkungan hidup. Berangkat dari prinsip bahwa kebersihan merupakan bagian dari iman, ia mendorong masyarakat untuk membangun budaya pengelolaan sampah yang dimulai dari lingkungan terkecil.

Salah satu gagasan yang disosialisasikan adalah pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah tangga. Sampah organik diharapkan dapat diolah melalui metode penguraian atau pengomposan, sementara sampah anorganik dipisahkan agar dapat dikelola lebih lanjut sesuai karakteristik dan potensi pemanfaatannya.

Menurut Aldi, langkah sederhana tersebut memiliki dampak strategis apabila dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Selain mengurangi timbunan sampah, pola pengelolaan berbasis rumah tangga juga dapat menekan beban volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

“Kita ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa persoalan sampah harus diselesaikan dari sumbernya. Pemilahan sampah organik dan anorganik perlu menjadi kebiasaan. Sampah organik bisa diolah agar terurai, sedangkan sampah anorganik dipisahkan untuk pengelolaan lebih lanjut. Dengan demikian, volume sampah yang masuk ke TPA dapat kita tekan,” ungkap H. Aldi Yudistira.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pihaknya tengah menjalin komunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur guna memetakan titik-titik wilayah yang memiliki kerawanan maupun volume timbunan sampah relatif tinggi.

Pemetaan tersebut dinilai penting sebagai langkah mitigasi dan penyusunan strategi penanganan yang lebih terarah, terukur, serta sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Ia berharap, melalui sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat, persoalan sampah tidak lagi dipandang sebagai urusan petugas kebersihan semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama.

Secara khusus, Aldi mengajak masyarakat di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) I, meliputi Karangtengah, Cianjur, dan Cilaku, untuk mulai membangun kesadaran memilah serta mengelola sampah dari lingkungan rumah masing-masing.

“Jangan menunggu lingkungan menjadi kotor untuk mulai peduli. Kesadaran menjaga kebersihan harus tumbuh dari diri sendiri dan dimulai dari rumah. Jika setiap keluarga memiliki kepedulian terhadap sampah, kita sedang membangun fondasi bagi Cianjur yang lebih bersih, sehat, dan nyaman,” tegasnya.

Reses tersebut menjadi ruang artikulasi aspirasi sekaligus momentum membangun kesadaran ekologis masyarakat. Sebab, lingkungan yang bersih tidak lahir semata-mata dari kebijakan, tetapi juga dari perilaku masyarakat yang memiliki kepedulian dan komitmen nyata.

Perubahan besar dalam pengelolaan lingkungan selalu berawal dari langkah sederhana. Memilah sampah dari rumah hari ini adalah investasi bagi kelestarian lingkungan dan masa depan Kabupaten Cianjur.

M.Mahdi (Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *