Abu Vulkanik Diduga Dampak Erupsi Anak Krakatau Menyelimuti Cugenang Cianjur

CIANJUR | Posbidikberita.id-Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda sejak Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026) pagi dilaporkan berdampak terhadap sejumlah wilayah di Jawa Barat. Salah satunya Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.

Sebaran abu vulkanik yang terbawa angin terlihat di sejumlah wilayah Cugenang. Abu tipis hingga cukup tebal dilaporkan menempel di halaman rumah warga, kendaraan, tanaman, hingga sejumlah fasilitas milik masyarakat.

Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada periode tersebut. Sebaran abu vulkanik yang terbawa angin membuat permukaan berbagai benda di lingkungan warga kembali tertutup debu.

Dampak abu vulkanik juga dirasakan oleh pelaku usaha jasa pencucian kendaraan di Kampung Puncak Manis, Desa Sukajaya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur,06/09/2026.

Salah satunya Saepul Palah, pengelola usaha cucian mobil. Ia mengatakan, keberadaan abu vulkanik cukup mengganggu aktivitas usahanya karena kendaraan yang sudah selesai dicuci dapat kembali kotor dalam waktu relatif cepat.

Menurut Saepul, debu vulkanik tidak hanya menempel pada kendaraan, tetapi juga menyelimuti sejumlah bagian di area tempat usahanya, seperti bangku dan meja.

“Abunya cukup tebal dan menempel di area cucian seperti bangku dan meja serta kendaraan. Mobil yang sudah dicuci bisa kembali kotor karena debu yang terbawa angin,” ujar Saepul Palah.

Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat masyarakat harus lebih sering membersihkan kendaraan, terutama ketika abu masih terbawa angin dan kembali menempel pada permukaan kendaraan.

Bagi pelaku usaha pencucian kendaraan, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri karena kendaraan yang telah dibersihkan berpotensi kembali kotor sebelum digunakan oleh pemiliknya.

Warga di wilayah yang terdampak diimbau tetap waspada terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan memperhatikan informasi resmi dari pihak berwenang terkait kondisi abu vulkanik maupun potensi dampak lanjutan.

 

 

Wawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *