PURWAKARTA | POSBIDIKBERITA.ID – Perubahan cuaca ekstrem yang ditandai dengan potensi kekeringan pada musim kemarau serta ancaman hujan lebat dan angin kencang menjadi perhatian serius. Di tengah dinamika cuaca tersebut, masyarakat diimbau tidak hanya meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi alam, tetapi juga memperkuat upaya menjaga kesehatan diri dan lingkungan.
Berdasarkan informasi peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk periode 13–14 Oktober 2026, masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan lebat dan angin kencang yang dapat terjadi di sejumlah wilayah.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Puskesmas Maniis, Aan Suandana, pada Rabu (14/10/2026), mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat. Menurutnya, perubahan cuaca pada masa peralihan dari kemarau menuju musim hujan perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan risiko munculnya sejumlah penyakit yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan.
Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai, kata Aan, adalah demam berdarah dengue (DBD). Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan kebersihan lingkungan, terutama dengan mencegah genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
“Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan harus terus ditingkatkan. Perilaku hidup bersih dan sehat perlu diterapkan secara konsisten, baik di rumah maupun di lingkungan sekitar,” demikian pesan yang disampaikan dalam imbauan kesehatan tersebut.
Selain menjaga kebersihan, Aan juga menekankan pentingnya memperhatikan asupan makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh. Masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran, serta membatasi makanan yang kurang sehat sesuai kebutuhan tubuh.
Menurutnya, menjaga kesehatan tidak cukup hanya dilakukan ketika penyakit mulai muncul. Langkah pencegahan harus menjadi kebiasaan sehari-hari agar masyarakat memiliki daya tahan tubuh yang baik dan terhindar dari risiko penyakit.
Aan berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan seiring perubahan cuaca yang berlangsung. Sinergi antara perilaku hidup bersih, pola makan bergizi, dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan.
Di tengah cuaca yang sulit diprediksi, menjaga kesehatan bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Kewaspadaan terhadap perubahan cuaca perlu berjalan beriringan dengan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat demi melindungi diri serta keluarga.
M.Mahdi (Ben)
