Cianjur//posbidikberita.id– Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Pertanian terus memantau capaian produksi padi tahun 2026. Berdasarkan data internal Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Cianjur, capaian produksi hingga akhir Juni 2026 menunjukkan perkembangan positif dan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Cianjur.
Untuk sasaran padi Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada tahun 2026 atau periode Musim Tanam (MT) Oktober 2025 hingga September 2026, pemerintah daerah menetapkan sejumlah target.
Target tersebut meliputi luas tanam sebesar 172.953 hektare, luas panen 133.183 hektare, produksi Gabah Kering Panen (GKP) sebesar 1.068.615 ton, serta produksi Gabah Kering Giling (GKG) sebesar 876.264 ton.
Sementara berdasarkan realisasi hingga akhir Juni 2026, luas tanam telah mencapai 149.899 hektare atau 86,67 persen dari target. Kemudian luas panen mencapai 87.402 hektare atau 65,62 persen dari target.
Untuk produksi, realisasi GKP tercatat mencapai 704.233 ton atau sekitar 65 persen dari target tahunan. Sedangkan produksi GKG mencapai 577.401 ton atau 65,8 persen dari target.
Diproyeksikan Surplus Beras 61.717 Ton
Dari capaian tersebut, Dinas TPHP Kabupaten Cianjur memproyeksikan produksi beras siap konsumsi mencapai 332.843 ton.
Angka tersebut dibandingkan dengan proyeksi kebutuhan konsumsi beras langsung masyarakat Kabupaten Cianjur yang mencapai sekitar 271.125 ton.
Dengan demikian, terdapat potensi surplus beras sekitar 61.717 ton.
Perhitungan tersebut mengacu pada jumlah penduduk Kabupaten Cianjur yang diperkirakan mencapai 2.634.844 jiwa, dengan rata-rata konsumsi beras sebesar 102,9 kilogram per jiwa per tahun.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, Wahyu Ginanjar, S.IP., MM, mengatakan data tersebut merupakan hasil perhitungan internal Dinas TPHP Kabupaten Cianjur berdasarkan kondisi hingga Juni 2026.
“Data tersebut adalah data perhitungan internal Dinas TPHP di Kabupaten Cianjur per Juni 2026. Untuk lebih pas dan akuratnya, kita harus menunggu hasil perhitungan BPS,” ujar Wahyu.
Menurutnya, hasil perhitungan internal tersebut belum dapat dijadikan sebagai angka final karena masih diperlukan pembanding dan validasi dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Cianjur Diproyeksikan Aman
Sementara itu, melihat keragaan data produksi dan kebutuhan beras tersebut, pemerintah daerah optimistis ketersediaan beras di Kabupaten Cianjur masih berada dalam kondisi aman.
“Kalau melihat keragaan data tersebut, insya Allah Cianjur aman,” jelas Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur.
Optimisme tersebut didukung oleh masih adanya potensi produksi pada periode musim tanam hingga September 2026. Dengan luas tanam yang telah mencapai lebih dari 86 persen dari target, produksi padi Cianjur masih berpeluang mengalami peningkatan seiring berlangsungnya panen pada bulan-bulan berikutnya.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap menunggu hasil perhitungan resmi BPS untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai produksi, kebutuhan, serta kondisi surplus beras Kabupaten Cianjur.
Data tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam memastikan ketersediaan pangan sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat Kabupaten Cianjur.
Dekos

