Cianjur//posbidikberita.id-10/03/2026- Ramainya pemberitaan di beberapa media online terkait ratusan murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nurul Islam (Nuris) yang tidak dapat mengikuti Penilaian Sumatif Tengah Semester (PSTS) berbanding terbalik dengan situasi di salah satu sekolah swasta di Kecamatan Haurwangi.
Kepala Sekolah SMK Nurul Hidayah Pasundan (NHP), Komarudin, S.H., M.Pd., mengatakan seluruh siswa diwajibkan mengikuti setiap kegiatan sekolah, termasuk PSTS yang digelar pada minggu ini.
“Seluruh siswa kami wajib mengikuti segala bentuk kegiatan sekolah, salah satunya PSTS yang dilaksanakan minggu ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Komarudin menjelaskan, seluruh siswa baik yang berada di sekolah maupun di luar sekolah, seperti siswa yang sedang sakit atau tengah melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL), tetap diwajibkan mengikuti kegiatan tersebut.
Untuk mendukung pelaksanaan PSTS bagi siswa yang berada di luar sekolah, pihaknya memanfaatkan teknologi informasi melalui internet dan media digital agar siswa tetap dapat berinteraksi serta mengakses materi tanpa harus hadir di kelas secara konvensional.
“Sementara bagi siswa yang sedang sakit, pihak sekolah akan mengirimkan soal-soal ujian yang harus dikerjakan. Pelaksanaannya tetap diawasi oleh guru yang kami tugaskan, sehingga siswa dapat mengikuti ujian dengan baik tanpa melakukan kecurangan. Sedangkan bagi siswa yang tidak berhalangan, ujian dilaksanakan secara tatap muka di sekolah,” tambahnya.
Di tempat lain, Sekretaris Laskar Merah Putih (LMP) Markas Cabang (Macab) Kabupaten Cianjur, Dede Koswara, turut memberikan tanggapan. Menurutnya, masih ada sejumlah sekolah swasta berbasis yayasan yang lebih mengedepankan keuntungan, padahal tujuan utama pendirian sekolah adalah membantu pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa melalui dunia pendidikan.
“Perbedaan kebijakan di dua sekolah swasta ini bisa kita lihat dengan jelas. Di satu sekolah lebih menekankan keuntungan dengan menekan orang tua siswa agar melunasi iuran wajib, sementara di sekolah lain semua siswa tetap diwajibkan mengikuti ujian,” tegasnya.
Red

