Puluhan Warga Sukasirna Diduga Alami Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi MBG

Cianjur//posbidikberita.id– Puluhan warga Kampung Pasirnagka, Desa Sukasirna, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan dapur SPPG Sukasirna milik Yayasan Tunas Mekar, Jumat malam (1/5/2026).

Sejumlah warga mengeluhkan gejala seperti mual, pusing, dan diare tak lama setelah menyantap hidangan yang terdiri dari nasi, daging sapi, buncis, dan pisang.

Dugaan sementara, kondisi makanan yang belum sepenuhnya matang menjadi pemicu keluhan tersebut.

Salah seorang warga berinisial M (30) mengungkapkan bahwa makanan yang dikonsumsi terasa kurang matang saat disantap. Pernyataan serupa juga disampaikan warga lainnya berinisial S, yang merasakan hal yang sama.

Akibat kejadian ini, sebanyak 37 warga menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan kondisi kesehatan mereka.

Kepala Puskesmas Sukaluyu, Liste Zulhijwati Wulan, menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan insiden tersebut sebagai kasus keracunan.

Menurutnya, proses penanganan masih berada pada tahap pemantauan dan pengumpulan data oleh tim kesehatan.

“Belum bisa disimpulkan sebagai keracunan. Saat ini kami masih melakukan pemantauan terkait peningkatan keluhan pusing dan diare di masyarakat,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Ia menambahkan, langkah penanganan awal telah dilakukan sesuai prosedur, termasuk skrining di tingkat masyarakat. Selain itu, kajian lanjutan tengah dilakukan oleh satuan tugas dari Dinas Kesehatan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan pada Sabtu pagi, kondisi warga dilaporkan berangsur membaik. Tidak ada lagi laporan keluhan diare, dan situasi dinyatakan dalam keadaan aman serta terkendali.

“Pagi ini sudah tidak ada masyarakat yang mengeluhkan diare. Kami fokus pada pemulihan warga yang sempat mengalami gejala,” lanjutnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan kasus dengan gejala berat. Seluruh warga terdampak hanya mengalami keluhan ringan yang dapat ditangani dengan pemberian obat sederhana, bahkan sebagian di antaranya melakukan penanganan mandiri.

Meski demikian, kesimpulan akhir masih menunggu hasil kajian komprehensif dari Dinas Kesehatan setelah seluruh data terkumpul.

Pihak Puskesmas mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menjaga kondisi kesehatan, serta segera melapor apabila mengalami gejala serupa.

 

 

Ben

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *