Cianiur//posbidikberita.id– Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan Sosialisasi BUMDes Pioneer di Desa Sukaraharja, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berbasis pelayanan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan lembaga desa, di antaranya Bapak Kabid DPMD Provinsi Jawa Barat, Ibu Kabid DPMD Provinsi Jawa Barat, Bapak Kasi DPMD Provinsi Jawa Barat, perwakilan PT Jasa Medica Transmedic, Sekretaris Kecamatan Kadupandak, Kepala Puskesmas Kadupandak, Kepala Desa Sukaraharja, mantri dan bidan desa, pengurus BUMDes Raharja Mandiri Sukaraharja, BPD Desa Sukaraharja, LPM Desa Sukaraharja, serta peserta lainnya.

Dalam sosialisasi tersebut disampaikan bahwa program BUMDes Pioneer di Provinsi Jawa Barat saat ini hanya diterapkan di dua desa, yakni satu desa di Kabupaten Ciamis dan satu desa di Kabupaten Cianjur, yaitu BUMDes Raharja Mandiri Sukaraharja di Desa Sukaraharja, Kecamatan Kadupandak.
BUMDes Raharja Mandiri Sukaraharja juga menjalin kerja sama dengan PT Jasa Medica Transmedic sebagai pilot project pelayanan kesehatan desa. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, dan pihak swasta.
Kepala Desa Sukaraharja, Budi Rahman, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan pengembangan usaha BUMDes melalui jejaring kerja sama dengan pihak ketiga.
“Dalam rangka peningkatan kapasitas dan pengembangan usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat melaksanakan kegiatan BUMDes Pioneer, yaitu program penguatan BUMDes melalui peningkatan kapasitas dan pengembangan usaha berbasis jejaring kerja sama dengan pihak ketiga,” ujarnya. Kamis (7/5).
Ia menambahkan, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan rencana kerja sama antara BUMDes dan PT Jasa Medica Transmedic dalam pengembangan layanan kesehatan desa berbasis telemedika.
“Program ini merupakan tahap awal atau piloting pengembangan BUMDes Pioneer di bidang kesehatan. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan di desa,” kata Budi Rahman.

Menurutnya, kehadiran program BUMDes Pioneer menjadi langkah inovatif dalam pengembangan BUMDes yang tidak hanya berfokus pada penguatan ekonomi desa, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, pemerintah daerah berharap model pengelolaan BUMDes berbasis pelayanan kesehatan ini dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi desa-desa lain di Provinsi Jawa Barat.
M JALIL

