SAD Siap Maju Jadi Ketua Karang Taruna Desa Hegarmanah: Usung Semangat Perubahan, Pemberdayaan Pemuda, dan Kepedulian terhadap Petani

Cianjur//posbidikberita.id — Dinamika kepemudaan di Desa Hegarmanah, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, mulai menunjukkan arah baru. Sosok SAD menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Karang Taruna Desa Hegarmanah dengan membawa gagasan perubahan yang berorientasi pada kepedulian sosial, pemberdayaan generasi muda, hingga penguatan sektor pertanian masyarakat desa.

Keputusan SAD untuk maju bukan semata didorong ambisi organisasi, melainkan lahir dari kepeduliannya terhadap berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat. Ia menilai, Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah sekaligus menjadi penghubung aspirasi masyarakat di tingkat desa.

Saat ditemui pada Jumat (8/5/2026), SAD menyampaikan bahwa dirinya ingin menghadirkan Karang Taruna yang lebih aktif, responsif, dan benar-benar hadir di tengah masyarakat.

Menurutnya, organisasi kepemudaan tidak boleh hanya menjadi simbol formalitas tanpa kontribusi nyata.

“Karang Taruna jangan hanya menjadi simbol organisasi saja, tetapi harus benar-benar hadir untuk masyarakat. Saya ingin turun langsung ke lapangan, mendengar kebutuhan warga, terutama anak-anak muda dan para petani,” ujar SAD.

Ia menegaskan bahwa organisasi sosial kepemudaan harus mampu menjadi ruang pengabdian sekaligus motor penggerak perubahan sosial di lingkungan desa. Dalam pandangannya, masih banyak persoalan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari rendahnya pemahaman terhadap program pemerintah, tingginya angka pengangguran pemuda, hingga persoalan yang dihadapi para petani.

SAD menilai, selama ini masih banyak masyarakat yang belum memahami secara menyeluruh berbagai program bantuan dan pelayanan pemerintah, seperti BPJS kesehatan, bantuan sosial, hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Akibatnya, tidak sedikit warga yang kesulitan mendapatkan hak maupun akses pelayanan yang seharusnya dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Karena itu, apabila dipercaya memimpin Karang Taruna Desa Hegarmanah, ia berkomitmen menjadikan organisasi tersebut sebagai wadah edukasi, sosialisasi, dan kontrol sosial yang benar-benar bekerja untuk masyarakat bawah.

Menurutnya, Karang Taruna harus mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat, sehingga berbagai program yang telah dirancang pemerintah dapat tersampaikan dengan baik dan tepat sasaran.

“Masih banyak warga yang belum memahami prosedur maupun manfaat program pemerintah. Kadang masyarakat bingung harus mengadu ke mana ketika ada kendala administrasi atau bantuan sosial. Saya ingin Karang Taruna hadir membantu masyarakat dalam hal itu,” katanya.

Selain fokus pada persoalan sosial, SAD juga menaruh perhatian besar terhadap kondisi generasi muda di desa. Ia menyoroti tingginya angka pengangguran di kalangan pemuda yang dinilainya perlu mendapatkan solusi nyata melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan perusahaan.

Menurut SAD, pemuda desa memiliki potensi besar apabila diberikan ruang dan kesempatan yang memadai. Ia berharap ke depan Karang Taruna dapat menjadi wadah pembinaan keterampilan, peningkatan kapasitas, hingga membuka akses pekerjaan bagi masyarakat lokal.

“Anak muda di desa harus diberdayakan. Jangan sampai lowongan pekerjaan banyak, tapi warga sekitar justru tidak mendapat kesempatan. Minimal masyarakat lokal harus diprioritaskan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pemberdayaan pemuda tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong yang mulai memudar di tengah perkembangan zaman.

Karena itu, ia berencana mendorong berbagai kegiatan positif kepemudaan yang dapat mempererat solidaritas sosial, meningkatkan kreativitas, sekaligus menghindarkan generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan.

Di sisi lain, perhatian SAD terhadap sektor pertanian juga menjadi salah satu fokus utama dalam visi pengabdiannya. Ia menilai para petani merupakan kelompok masyarakat yang memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan, namun sering kali menghadapi berbagai persoalan di lapangan.

Beberapa persoalan yang disorotinya antara lain kartu tani yang tidak aktif, distribusi pupuk bersubsidi yang dinilai belum optimal, hingga minimnya pendampingan terhadap petani terkait administrasi maupun bantuan pertanian.

Menurut SAD, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena akan berdampak terhadap kesejahteraan petani dan produktivitas pertanian masyarakat desa.

“Petani harus dibantu dan didampingi. Banyak persoalan administrasi maupun bantuan yang belum tersampaikan dengan baik. Di sinilah fungsi kontrol sosial harus berjalan,” ungkapnya.

Ia berharap keberadaan Karang Taruna nantinya tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, melainkan mampu terlibat aktif dalam membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan nyata di lapangan.

Dengan semangat perubahan yang diusungnya, SAD ingin membangun Karang Taruna Desa Hegarmanah menjadi organisasi yang aktif, produktif, dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Ia juga berharap seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, dapat bersama-sama membangun desa melalui semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.

Bagi SAD, kemajuan desa tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, terutama para pemuda sebagai generasi penerus pembangunan.

“Kalau pemudanya bergerak dan peduli terhadap lingkungan sosialnya, saya yakin desa akan lebih maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkasnya.

Ben

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *