Usung Ekoteologi Berbasis _Rahmatan lil ‘Alamin_, Mahasiswa KKN UIN Sunan Gunung Djati Bandung Hadirkan Inovasi Digital di Desa Sukamantri

Cianjur//posbidikberita.id– Sebanyak 42 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung resmi memulai pengabdian kepada masyarakat di Desa Sukamantri, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Senin (20/7/2026).

Pelaksanaan KKN tahun ini mengusung tema “Membangun Ekoteologi Berbasis Rahmatan lil ‘Alamin”, yang menekankan pentingnya menjaga keharmonisan hubungan antara manusia, lingkungan, dan Sang Pencipta. Melalui tema tersebut, mahasiswa didorong menghadirkan program-program yang tidak hanya berdampak pada pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.

Kehadiran para mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berbasis kolaborasi, inovasi, pemanfaatan teknologi, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

KKN merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana mahasiswa mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. Selain menjadi sarana pembelajaran di lapangan, KKN juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk membangun kepedulian sosial, memperkuat nilai-nilai keislaman, dan menghadirkan solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Eva Novita Pratiwi, S.M., M.M., mengatakan mahasiswa yang melaksanakan KKN di Desa Sukamantri berasal dari Kelompok 187, 188, dan 189 dengan latar belakang program studi yang beragam.

Menurutnya, keberagaman disiplin ilmu tersebut menjadi kekuatan dalam menghasilkan program kerja yang komprehensif dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap seluruh mahasiswa mampu memberikan kontribusi yang nyata selama pelaksanaan KKN. Perbedaan program studi bukan menjadi penghalang, melainkan menjadi modal untuk saling berbagi pengetahuan dan berkolaborasi dalam menghadirkan inovasi yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Eva menjelaskan, salah satu program unggulan yang akan dikembangkan adalah digitalisasi pemetaan desa. Selama ini pemetaan wilayah masih dilakukan secara konvensional, sehingga mahasiswa didorong memanfaatkan teknologi digital agar informasi mengenai wilayah desa menjadi lebih akurat, informatif, dan mudah diakses masyarakat.

Mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika diharapkan dapat berkolaborasi dalam menyusun peta desa berbasis teknologi, seperti Google Maps maupun aplikasi digital lainnya. Dengan demikian, pemerintah desa maupun masyarakat dapat memperoleh data spasial yang lebih modern dan efektif sebagai penunjang pembangunan desa.

Digitalisasi pemetaan tersebut juga diharapkan menjadi instrumen dalam mendukung pembangunan yang berwawasan lingkungan. Data spasial yang tersusun secara digital dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi potensi sumber daya alam, kawasan pertanian, ruang terbuka hijau, maupun wilayah yang memerlukan perhatian dalam upaya pelestarian lingkungan. Dengan demikian, teknologi menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai ekoteologi yang mengintegrasikan kemajuan ilmu pengetahuan dengan tanggung jawab menjaga kelestarian alam.

“Perkembangan teknologi harus dapat dimanfaatkan hingga ke tingkat desa. Melalui KKN ini kami ingin mahasiswa menghadirkan inovasi yang benar-benar bermanfaat sehingga pemetaan desa tidak lagi dilakukan secara manual, tetapi berbasis digital yang lebih akurat dan mudah dipahami masyarakat.

Tema KKN tahun ini adalah membangun ekoteologi berbasis *Rahmatan lil ‘Alamin*, sehingga setiap program kerja diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan masyarakat, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan,” jelas Eva.

Selain program digitalisasi, mahasiswa juga akan mengembangkan berbagai kegiatan yang mendukung implementasi ekoteologi, seperti edukasi pengelolaan sampah, gerakan penghijauan, kampanye hemat energi dan air, serta pemanfaatan lingkungan sebagai media pembelajaran.

Program-program tersebut dirancang untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

Mahasiswa juga akan melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan edukatif yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Desa Sukamantri.

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, mahasiswa berencana menggelar berbagai perlombaan seperti mewarnai, menyanyi, dan kegiatan kreatif lainnya untuk mengembangkan potensi anak-anak.

Sementara itu, menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, mahasiswa juga akan mengadakan lomba adzan, cerdas cermat Islam, membaca Al-Qur’an, serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya yang bertujuan memperkuat pendidikan karakter, menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, serta meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan sebagai bagian dari ajaran Islam.

Puncak rangkaian kegiatan KKN direncanakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui berbagai kegiatan yang melibatkan pemerintah desa dan masyarakat sebagai bentuk penguatan kebersamaan, semangat gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Eva juga mengingatkan seluruh mahasiswa agar senantiasa menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika akademik, menghormati adat istiadat masyarakat setempat, serta mengedepankan nilai-nilai moderasi beragama dalam setiap aktivitas pengabdian.

“Kami berharap mahasiswa mampu menjadi teladan di tengah masyarakat, menjaga sikap, menghargai budaya lokal, membangun kolaborasi yang harmonis, serta mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan. Pengabdian kepada masyarakat bukan hanya tentang menjalankan program kerja, tetapi juga membangun hubungan yang baik dengan warga dan mewariskan nilai-nilai keberlanjutan,” katanya.

Sebanyak 42 mahasiswa yang melaksanakan KKN di Desa Sukamantri terbagi ke dalam tiga kelompok, yakni Kelompok 187 berjumlah 13 mahasiswa, Kelompok 188 sebanyak 14 mahasiswa, dan Kelompok 189 sebanyak 15 mahasiswa. Keberagaman latar belakang keilmuan para peserta diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam merancang dan melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Sukamantri, Kusnandar, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang telah mempercayakan Desa Sukamantri sebagai lokasi pelaksanaan KKN.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang telah mengirimkan mahasiswanya untuk melaksanakan KKN di Desa Sukamantri. Kami berharap kehadiran mahasiswa mampu menghadirkan inovasi, memberikan ide-ide kreatif, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan kemajuan desa. Semoga kolaborasi ini menjadi langkah awal yang baik untuk membangun Desa Sukamantri yang semakin maju, mandiri, dan lestari,” ujar Kusnandar.

Melalui semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, pelaksanaan KKN UIN Sunan Gunung Djati Bandung di Desa Sukamantri diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai ekoteologi berbasis Rahmatan lil ‘Alamin melalui berbagai program inovatif, mulai dari digitalisasi desa, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, hingga pelestarian lingkungan.

Dengan demikian, pengabdian mahasiswa tidak hanya memberikan manfaat selama masa KKN, tetapi juga meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan bagi terwujudnya desa yang maju, lestari, dan berkeadaban.

 

 

Ben

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *