PURWAKARTA | POSBIDIKBERITA.ID— Malam Sabtu (25/9/2026) menjadi momentum istimewa bagi masyarakat Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta.
Lapangan sepak bola desa mendadak berubah menjadi ruang perjumpaan antara rakyat dan pemimpinnya dalam gelaran Hajat Lembur, yang berlangsung meriah dengan balutan tradisi dan identitas budaya Sunda.
Ribuan warga tampak antusias memadati lokasi. Mereka hadir bukan sekadar untuk menikmati hiburan rakyat, tetapi juga untuk menyambut langsung Bupati Purwakarta yang akrab disapa Om Zein.
Hajat Lembur tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, unsur pemerintahan desa, serta sejumlah elemen masyarakat lainnya.
Di tengah kemeriahan acara, nuansa budaya lokal tetap menjadi ruh utama. Penampilan para penari khas Jawa Barat menjadi bagian yang mempertegas karakter budaya Sunda dalam perhelatan yang digelar secara terbuka tersebut.

Lebih dari sekadar panggung hiburan, Hajat Lembur Tegaldatar menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat atas terealisasinya pembangunan akses jalan kabupaten di wilayah tersebut.
Bagi masyarakat desa, jalan bukan semata bentangan infrastruktur yang menghubungkan satu titik dengan titik lainnya. Jalan menjadi urat nadi mobilitas, membuka ruang interaksi, sekaligus menopang perputaran ekonomi masyarakat.
Karena itu, terealisasinya akses jalan kabupaten dipandang sebagai bagian penting dalam menunjang aktivitas warga, terutama dalam menggerakkan roda perekonomian yang bertumpu pada kelancaran mobilitas.
Suasana semakin hidup ketika panggung hiburan rakyat menghadirkan sejumlah nama yang sudah akrab di tengah masyarakat, di antaranya Ohang, Sule, Dita KDI, dan Ceu Popon.
Kehadiran para pengisi acara tersebut sukses menciptakan suasana hangat dan penuh kegembiraan.
Tawa dan tepuk tangan warga berpadu dengan atmosfer khas pertunjukan rakyat. Di bawah langit terbuka, lapangan desa seolah menjadi panggung bersama—tempat masyarakat menikmati hiburan sekaligus merayakan sebuah capaian pembangunan yang mereka rasakan secara langsung.
Kepala Desa Tegaldatar, Sunardi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Bupati Purwakarta atas perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat.
“Kami atas nama pribadi dan atas nama warga Tegaldatar mengucapkan terima kasih kepada Bupati yang sudah memberikan perhatian terhadap akses jalan. Jalan ini sangat penting bagi mobilitas masyarakat, terutama dalam menunjang perputaran ekonomi yang berbasis pada akses jalan,” ujar Sunardi.

Hajat Lembur Tegaldatar pada akhirnya tidak hanya menjadi sebuah pesta rakyat. Ia menjadi ruang bertemunya tradisi, pembangunan dan kebersamaan—sebuah perayaan sederhana namun sarat makna, ketika masyarakat dapat berkumpul, menikmati hiburan.
Mempertahankan identitas budaya, sekaligus menyampaikan rasa syukur atas pembangunan yang hadir di lingkungan mereka.
Di Tegaldatar, malam itu, pembangunan tidak hanya dibicarakan dari balik meja pemerintahan. Ia hadir dalam bentuk jalan yang dilalui warga, geliat ekonomi yang bergerak, serta kebersamaan masyarakat yang merayakannya dalam suasana penuh kegembiraan.
M.Mahdi (Ben)

