Cianjur//posbidikberita.id-Semangat pembinaan sepak bola usia dini kembali bergema di Kabupaten Cianjur. Sebanyak 21 Sekolah Sepak Bola (SSB) dari Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam Festival Komjur Road to APSUMSI Nasional 2026 kategori usia 10 tahun yang berlangsung di Stadion Badak Putih, Cianjur, Sabtu (27/6/2026).
Turnamen yang menjadi bagian dari rangkaian menuju APSUMSI Nasional 2026 di Stadion Singaperbangsa, Karawang, ini tidak hanya menyajikan persaingan yang kompetitif di atas lapangan hijau, tetapi juga menjadi bukti nyata keseriusan pembinaan sepak bola usia dini di tingkat daerah.
Kompetisi tersebut menjadi wadah strategis bagi para pemain muda untuk mengasah kemampuan teknik, meningkatkan mental bertanding, serta memperluas pengalaman menghadapi lawan dari berbagai daerah.

Ketua Panitia pelaksana, Nandi Sulaeman, menjelaskan bahwa Festival Komjur Road to APSUMSI Nasional merupakan agenda berjenjang yang digelar di berbagai daerah sebagai proses seleksi menuju putaran nasional.
“Hari ini merupakan rangkaian seri nasional yang digelar di Kabupaten Cianjur. Untuk kategori usia 10 tahun diikuti sebanyak 21 tim dari Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi. Antusiasme peserta sangat luar biasa dan menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola usia dini terus berkembang,” ujar Nandi.
Ia berharap kompetisi seperti ini dapat terus digelar secara berkelanjutan agar mampu melahirkan pesepakbola muda berbakat yang kelak dapat mengharumkan nama Kabupaten Cianjur, bahkan Indonesia.
“Kami ingin kegiatan ini terus berkesinambungan sehingga menjadi ruang pembinaan yang sehat dan kompetitif bagi anak-anak. Juara pertama dan kedua nantinya akan menjadi wakil Komjur Region Cianjur untuk berlaga di tingkat nasional yang akan digelar di Karawang pada Juli atau Agustus mendatang,” tambahnya.
Persaingan sepanjang turnamen berlangsung sengit. Setiap tim menampilkan permainan terbaik dengan semangat sportivitas yang tinggi.
Setelah melalui serangkaian pertandingan, SSB Atep 7 Cianjur berhasil tampil sebagai kampiun sekaligus memastikan diri melangkah ke putaran nasional.
Sementara itu, posisi juara kedua diraih SSB Pespa, sedangkan juara ketiga bersama ditempati oleh SSB Pangrango dan SSB Magma Kota Sukabumi.
Selain penghargaan untuk tim terbaik, panitia juga memberikan apresiasi kepada pemain yang tampil menonjol selama kompetisi berlangsung.
Gelar Kiper Terbaik diraih Rio Januar Kurniawan dari SSB Atep 7 Cianjur, sedangkan penghargaan Top Skor menjadi milik Muhammad Deka dari SSB Baladdeba Cianjur.
Seluruh juara tidak hanya membawa pulang trofi dan piagam penghargaan, tetapi juga memperoleh Golden Ticket sebagai tiket menuju Festival APSUMSI Nasional 2026 di Karawang.
Di tempat yang sama, Manajer SSB Crab United, Muhamad Yani, yang akrab disapa Abyan, menilai turnamen tersebut memiliki manfaat besar dalam proses pembinaan atlet muda.
Menurutnya, kompetisi menjadi bagian penting dari pembentukan karakter pemain, karena latihan saja tidak cukup tanpa pengalaman bertanding.
“Kegiatan seperti ini sangat positif. Anak-anak mendapatkan jam terbang, belajar menghadapi tekanan pertandingan, melatih mental, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pelatih terhadap hasil latihan selama ini. Hari ini kami menurunkan satu tim kategori usia 10 tahun, dan pada pertandingan berikutnya kategori usia 12 tahun kami akan menurunkan dua tim,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Cianjur semakin berkembang melalui kompetisi yang tersusun secara berjenjang, rutin, dan berkesinambungan sehingga mampu mencetak pemain berkualitas yang siap bersaing di level lebih tinggi.
Rasa syukur juga disampaikan Head Coach SSB Atep 7 Cianjur, TB (Tebob), atas keberhasilan anak asuhnya meraih gelar juara.
Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh tim, mulai dari pemain, pelatih hingga dukungan penuh para orang tua.
“Alhamdulillah kami berhasil menjadi juara pertama kategori usia 10 tahun. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain yang telah berjuang luar biasa. Saya juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para orang tua yang sejak pagi hingga pertandingan final terus memberikan dukungan tanpa henti. Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras semua pihak,” tuturnya.
Tebob menegaskan, keberhasilan menjuarai seri regional bukanlah akhir dari perjuangan. Justru, prestasi tersebut menjadi motivasi untuk mempersiapkan tim secara lebih matang menghadapi persaingan di tingkat nasional.
“Kami akan memanfaatkan waktu yang ada untuk meningkatkan kualitas permainan, memperbaiki setiap kekurangan, dan mempersiapkan tim sebaik mungkin sebelum berangkat ke Karawang. Target kami tentu bukan hanya menjadi peserta, tetapi mampu memberikan prestasi terbaik dan membawa nama baik Kabupaten Cianjur di tingkat nasional,” pungkasnya.
Festival Komjur Road to APSUMSI Nasional 2026 menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola usia dini di Cianjur terus bergerak ke arah yang lebih positif.
Melalui kompetisi yang kompetitif, terstruktur, dan berkelanjutan, diharapkan lahir generasi pesepakbola muda yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga karakter, sportivitas, disiplin, serta mental juara untuk menjadi aset sepak bola Indonesia di masa depan.
Ben

