Reuni Akbar STM Bonjer 5 di MH Thamrin: Merajut Kembali Kenangan, Menyatukan Persaudaraan yang Tak Lekang oleh Waktu

JAKARTA PUSAT | POSBIDIKBERITA.ID— Waktu boleh berlalu, usia boleh bertambah, dan perjalanan hidup boleh membawa setiap orang ke arah yang berbeda. Namun, kenangan masa putih abu-abu selalu memiliki tempat istimewa di hati mereka yang pernah tumbuh bersama. Semangat itulah yang mewarnai Reuni Akbar STM Kebun Jeruk 5, yang lebih dikenal dengan sebutan Bonjer 5, di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10/2026).

Bukan sekadar ajang temu kangen, reuni akbar ini menjadi momentum untuk merajut kembali benang silaturahmi yang sempat terentang oleh jarak dan waktu. Para alumni berkumpul, melepas rindu, bertukar cerita, serta membuka kembali lembaran kenangan yang tersimpan sejak bertahun-tahun silam.

Di balik wajah-wajah yang kini dihiasi kedewasaan, tersimpan cerita tentang masa muda yang penuh warna. Canda, gurauan, kenakalan khas anak sekolah, hingga pengalaman sederhana di bangku pendidikan kembali menjadi bahan obrolan yang mengundang tawa sekaligus menghadirkan haru.

Ada rasa yang sulit diterjemahkan ketika seseorang kembali berhadapan dengan kawan lama setelah sekian dekade tak bersua. Nama-nama yang dahulu akrab dipanggil, kisah-kisah yang nyaris terlupakan, hingga potongan memori di lorong sekolah seolah hidup kembali. Waktu memang mengubah banyak hal, tetapi persahabatan yang dibangun melalui kebersamaan memiliki cara tersendiri untuk bertahan.

Yomi, salah satu alumni angkatan 1995, menilai reuni memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar pertemuan fisik antarteman lama.

“Mengingat kembali berbagai momen, cerita lucu, dan pengalaman semasa sekolah merupakan bagian yang tidak ternilai dari sebuah reuni. Selain mengobati kerinduan, pertemuan seperti ini juga membuka peluang kerja sama, berbagi informasi karier, serta memperluas jaringan sosial yang positif,” ujar Yomi.

Menurutnya, nilai utama reuni terletak pada semangat kebersamaan dan kepedulian antarsesama alumni. Pertemuan tersebut idealnya menjadi ruang untuk saling membantu, bertukar pengalaman, dan memberikan manfaat nyata bagi satu sama lain.

“Reuni seharusnya menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan, bukan ajang memamerkan kekayaan, status sosial, ataupun pencapaian pribadi. Kita semua pernah berada di titik yang sama sebagai pelajar. Karena itu, yang perlu dijaga adalah rasa persaudaraan dan keinginan untuk saling mendukung,” menjadi pesan yang sejalan dengan semangat kebersamaan yang disampaikan Yomi.

Reuni Akbar STM Bonjer 5 juga menyiratkan pesan bahwa persahabatan tidak semestinya berhenti ketika masa sekolah berakhir. Justru setelah masing-masing alumni menempuh perjalanan hidupnya sendiri, ruang kebersamaan seperti ini menjadi semakin berarti.

Di tengah kesibukan, tuntutan pekerjaan, tanggung jawab keluarga, dan dinamika kehidupan, reuni menghadirkan kesempatan untuk kembali melihat satu sama lain bukan berdasarkan jabatan atau pencapaian, melainkan sebagai kawan seperjalanan yang pernah berbagi masa muda.

Lebih dari itu, pertemuan alumni berpotensi menjadi jembatan untuk membangun kolaborasi, memperluas jejaring profesional, hingga menghadirkan aksi sosial yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Nostalgia pun tidak berhenti sebagai cerita masa lalu, tetapi dapat tumbuh menjadi energi positif untuk masa depan.

Sebab, ukuran keberhasilan sebuah reuni bukan semata-mata seberapa meriah acara berlangsung atau seberapa banyak alumni yang hadir. Nilai sesungguhnya terletak pada persaudaraan yang kembali terjalin, kepedulian yang semakin kuat, dan hubungan baik yang terus terpelihara setelah acara usai.

Pada akhirnya, Reuni Akbar STM Bonjer 5 menjadi pengingat bahwa waktu dapat memisahkan langkah, tetapi tidak harus memutus ikatan. Masa putih abu-abu mungkin telah lama berlalu, rambut boleh memutih, dan kehidupan telah membawa setiap orang pada kisahnya masing-masing. Namun, ketika sahabat lama kembali berkumpul, satu hal tetap terasa sama: mereka pernah tumbuh bersama, dan kenangan itu akan selalu menjadi bagian dari perjalanan hidup.

Karena sejatinya, reuni bukan tentang siapa yang paling sukses hari ini, melainkan tentang siapa yang masih bersedia merangkul kawan lamanya. Sebab, persaudaraan sejati tidak diukur dari apa yang dimiliki, tetapi dari ketulusan untuk tetap terhubung, saling menguatkan, dan berjalan bersama melampaui waktu.

M.Mahdi (Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *