JAKARTA|POSBIDIKBERITA.ID – Perjalanan sebuah band tidak selalu dimulai dari panggung megah atau sorotan industri musik. Ada kalanya, sebuah gerakan lahir dari keterbatasan, tumbuh melalui persaudaraan, dan menemukan identitasnya di tengah riuhnya kehidupan jalanan. Semangat itulah yang merepresentasikan perjalanan CITRAL, unit punk yang sejak 2023 tumbuh di bawah naungan Miracles Punk dan Apocalypse Record, Ciledug. Kamis (5/11/2026
Berangkat dari titik nol, CITRAL membangun eksistensinya melalui proses panjang yang sarat dinamika. Dari atmosfer jalanan Ciledug hingga energi panggung yang kian membara, mereka menjadikan musik sebagai medium ekspresi, ruang solidaritas, sekaligus pernyataan sikap atas nilai-nilai yang diyakini.
Bagi CITRAL, musik tidak semata-mata berkaitan dengan komposisi nada dan ritme. Lebih dari itu, musik merupakan representasi persaudaraan, perjuangan, keringat, serta kejujuran dalam menjalani proses. Sebuah keyakinan yang terus mereka rawat, bahkan ketika perjalanan sempat dihadapkan pada situasi yang tidak mudah.
Dalam fase penuh tantangan tersebut, Miracles Punk Ciledug hadir sebagai salah satu kekuatan yang menjaga semangat mereka untuk tetap bertahan, berdiri, dan kembali melangkah. Dukungan serta ikatan kolektif menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan perjalanan musikal CITRAL hingga hari ini.
Momentum penting itu kini mencapai babak baru. Bertepatan dengan 28 Oktober 2026, CITRAL secara resmi memperkenalkan mini album atau EP perdana bertajuk “I BELIEVE IN MIRACLES”.
EP ini memuat empat trek yang merepresentasikan kejujuran, pengalaman, persahabatan, serta semangat perlawanan yang menjadi fondasi perjalanan mereka. Keempat lagu tersebut adalah:
1. I Believe in Miracles
2. My Friend
3. Under Your Sin
4. Oi to the World
Melalui empat komposisi tersebut, CITRAL berupaya menghadirkan lebih dari sekadar karya rekaman. EP ini menjadi dokumentasi perjalanan, refleksi atas berbagai pengalaman, sekaligus pernyataan bahwa semangat kolektif dapat menjadi kekuatan untuk menghadapi berbagai keterbatasan.
Judul I Believe in Miracles sendiri mengandung pesan filosofis yang kuat. Keajaiban, dalam perspektif CITRAL, bukanlah sesuatu yang hadir begitu saja tanpa proses. Ia merupakan hasil dari keyakinan, konsistensi, solidaritas, dan keberanian untuk terus bergerak meskipun keadaan tidak selalu berpihak.
Peluncuran EP perdana ini sekaligus menjadi penanda eksistensi CITRAL dalam lanskap musik punk independen. Sebuah pencapaian yang tidak hanya berbicara tentang keberhasilan merilis karya, tetapi juga tentang perjalanan panjang mempertahankan idealisme dan identitas.
Pada akhirnya, CITRAL ingin menyampaikan satu pesan sederhana namun bermakna: keajaiban tidak selalu datang dari sesuatu yang besar. Terkadang, ia tumbuh dari lingkaran persaudaraan yang saling menguatkan, dari jalanan yang membentuk karakter, dan dari keyakinan untuk tidak menyerah.
“I BELIEVE IN MIRACLES” bukan sekadar judul EP perdana. Ia adalah manifesto perjalanan CITRAL—tentang persaudaraan, keteguhan, dan keajaiban yang diciptakan melalui kebersamaan.
M.Mahdi (Ben)
