Purwakarta//posbidikberita.id-Dengan Lokakarya KKN mahasiswa UNSIKA di kecamatan Maniis, 29 Juli 2026 dengan Mengusung tema “Integrasi Inovasi Hijau, Transformasi Digital, dan Kesehatan Masyarakat dalam Mendorong Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan”.
Merupakan akhir dari kegiatan kkn dan para mahasiswa diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sebagai bentuk pertanggungjawaban mahasiswa kkn desa di kecamatan maniis, Kabupaten Purwakarta.
Semangat kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah kembali diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) di Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta. Kegiatan yang berlangsung mulai 26 Juni 2026 hingga 30 Juli 2026.
Ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Kegiatan pembukaan KKN 26 Juni 2026 dihadiri oleh Camat dan Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Maniis, para kepala desa se-Kecamatan Maniis, Dosen Pendamping Kecamatan (DPK), para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta 91 mahasiswa peserta KKN yang akan mengabdi di sejumlah 7 desa di kecamatan Maniis, Purwakarta.
Sebanyak delapan dosen ditugaskan untuk mendampingi pelaksanaan KKN, terdiri atas tujuh dosen pembimbing lapangan yang masing-masing membimbing satu desa, serta satu dosen koordinator tingkat kecamatan guna memastikan seluruh program berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Dosen Pendamping Kecamatan (DPK) KKN UNSIKA Kecamatan Maniis, Dr. Ir. Sukanta, S.T., M.T., IPU., menjelaskan bahwa program KKN merupakan mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh seluruh mahasiswa program sarjana (S1) Universitas Singaperbangsa Karawang sebagai bagian dari proses pembelajaran sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, penentuan lokasi KKN dilakukan melalui berbagai pertimbangan, termasuk skala prioritas serta koordinasi dengan pemerintah daerah. Mengingat keterbatasan jumlah mahasiswa, tidak seluruh kecamatan dapat menjadi lokasi KKN setiap tahunnya.
“Tahun ini Kabupaten Purwakarta mendapatkan alokasi di tujuh kecamatan dan Kecamatan Maniis menjadi salah satu lokasi yang dipilih. Antusiasme pemerintah kecamatan Maniis maupun pemerintah desa sangat luar biasa dalam menyambut kehadiran mahasiswa,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan mahasiswa bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, melainkan turut menghadirkan ide-ide baru yang dapat memperkuat pembangunan desa.
“Mahasiswa diharapkan mampu memberikan inspirasi sekaligus membantu desa melalui berbagai inovasi, seperti pengembangan sistem pembayaran digital menggunakan QRIS, pembuatan website desa, peningkatan pelayanan administrasi, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya. Hal-hal seperti ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital di tingkat desa,” jelasnya.
Dr. Ir. Sukanta juga menambahkan bahwa peserta KKN berasal dari berbagai program studi sehingga mampu menghadirkan pendekatan yang bersifat multidisipliner. Mahasiswa yang diterjunkan berasal dari beragam disiplin ilmu, di antaranya teknik, ekonomi, kesehatan, hukum, pendidikan, serta program studi lainnya.
Rata-rata setiap desa ditempati sekitar 13 mahasiswa dengan latar belakang keilmuan yang berbeda sehingga mampu saling melengkapi dalam menjalankan program kerja.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Maniis, H. Asep Mamduh Efendi, S.Ag., P.P., M.Si., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Universitas Singaperbangsa Karawang yang kembali mempercayakan Kecamatan Maniis sebagai lokasi pelaksanaan KKN.
“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Maniis mengucapkan terima kasih dan menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Universitas Singaperbangsa Karawang. Tahun ini merupakan pelaksanaan KKN yang kedua di Kecamatan Maniis setelah tahun sebelumnya, sehingga menjadi sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan bagi kami,” ungkapnya.
Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di tujuh desa yang menjadi lokasi pelaksanaan KKN di Kecamatan Maniis.
“Kami berharap seluruh program yang dijalankan mahasiswa mampu memberikan edukasi, inovasi, dan solusi bagi masyarakat. Kehadiran mereka tentu menjadi energi baru bagi pembangunan desa karena mahasiswa berasal dari berbagai disiplin ilmu yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Menurut Asep Mamduh Efendi, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat merupakan modal penting dalam mempercepat pembangunan yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi tersebut, berbagai potensi desa dapat dikembangkan secara lebih optimal dengan memanfaatkan inovasi, teknologi digital, serta pendekatan pemberdayaan masyarakat.
Program KKN UNISKA di Kecamatan Maniis diharapkan tidak hanya menghasilkan laporan akademik semata, tetapi juga meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian, para mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mendorong lahirnya desa-desa yang lebih mandiri, adaptif terhadap perkembangan teknologi, peduli terhadap kesehatan masyarakat, serta memiliki daya saing ekonomi yang semakin kuat.
Ben

