Kantor UPTD Balai Makanisasi Pertanian Provinsi Jawa Barat di Gurudug Setkab Bojongpicung  

Kantor UPTD Balai Makanisasi Pertanian Provinsi Jawa Barat di Gurudug Setkab Bojongpicung

Cianjur//posbidikberita.id- Sekretariat Gabungan (Setkab) terdiri dari Gibas LMP GRIB FKPPI PP dan Tokoh Masyarakat Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur Jawa Barat, Gruduk Kantor UPTD Balai Mekanisasi Pertanian Provinsi yang berlokasi di Kampung Dermaga Wetan Desa Neglasari Kecamatan Bojongpicung.

Dengan di Grudugnya Kantor UPTD Balai Mekanisasi Pertanian tersebut, itu masalah adanya pengurugan lahan seluas 3000 meter pada proyek pembangunan di lingkungan Kantor Laboratorium mesin pertanian, karena tanah urugan yang dibawa armada berceceran di sepanjang jalan raya Bojongpicung

Koordinator Setkab Bojongpicung Gungun Gumelar menjelaskan, datang bersama rekan Setkab Bojongpicung itu atas adanya pengaduan dari masyarakat yang ada di lingkungan setempat dan warga pengguna jalan raya Bojongpicung, bahwa armada pengangkut matrial tanah untuk pengurugan lahan membuat materialnya jatuh berceceran di sepanjang jalan, artian pemilik proyek itu diduga lalai dan mengabaikan standar keselamatan (safety).

“Matrial tanah yang berceceran di sepanjang jalur jalan raya Bojongpicung, mulai dari wilayah Desa Jati sampai komplek UPTD Balai Mekanisasi Pertanian Dermaga, itu akibat Damtruk bermuatan melebihi kapasitas dan tanah yang berasal dari roda armada,” Ucapnya.

Ia menegaskan, diharapkan pada pihak CV patuhi aturan pasang papan nama proyek gunakan Safety , kalau tidak sesuai permintaan warga maka Setkab akan segera mengirim surat kebersihan pada Gubernur Jawa Barat, karena bangunan ini merupakan milik Provinsi,” Tegasnya.

Sementara itu, pelaksana proyek pembangunan, Arfan, membenarkan kedatangan anggota Setkab yang mewakili aspirasi masyarakat tersebut. Ia menyambut baik kedatangan mereka sebagai bentuk silaturahmi.

Terkait masalah tanah yang berceceran, Arfan berjanji akan segera membenahi sistem pengangkutan dalam waktu dekat.

Pihaknya akan memastikan muatan truk tidak melebihi kapasitas dan roda kendaraan dibersihkan sebelum masuk ke jalan raya.

“Semua permintaan warga mengenai material yang berceceran di jalan akan kami patuhi. Kami akan menyemprot roda truk dengan air sebelum masuk ke jalan raya agar tidak kotor, serta menutup bak armada dengan terpal,” pungkas Arfan.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *