Jakarta//posbidikberita.id-Komitmen untuk menjaga dan menghidupkan kembali warisan sejarah pendidikan kejuruan di Indonesia terus diperkuat. Ikatan Alumni Camp Java 7. sekarang SMKN 35 (IACJ) Jakarta menghadiri audiensi resmi bersama Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta pada Kamis (6/08/2026), bertempat di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.
Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis dalam membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk melestarikan salah satu jejak paling berharga dalam sejarah pendidikan vokasi Indonesia, yakni Ambachtsschool Voor Inlander, sekolah kejuruan pertukangan yang didirikan pada tahun 1909.
Audiensi dipimpin langsung oleh Ketua Umum Ikatan Alumni Camp Java 7.SMKN 35, Abdul Aziz Muslim, S.H., dan diterima oleh jajaran pejabat Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, di antaranya Sekretaris Dinas Budiyono, Kasubbag Manajemen Aset, Kepala Bidang Persekolahan, Kepala Prasardik, serta Kepala UPT P4 Jakarta Barat.
Pertemuan tersebut tidak hanya membahas pelestarian sebuah bangunan bersejarah, tetapi juga mengangkat kembali nilai, identitas, dan perjalanan panjang pendidikan kejuruan di Indonesia yang telah memberikan kontribusi besar dalam membentuk tenaga kerja terampil sejak awal abad ke-20.
Dalam pemaparannya, Abdul Aziz Muslim menegaskan bahwa Ambachtsschool Voor Inlander merupakan tonggak penting lahirnya pendidikan vokasi di Indonesia. Bangunan yang kini menjadi bagian dari kompleks SMKN 35 Jakarta Barat itu memiliki nilai historis yang tidak ternilai karena menjadi saksi perkembangan pendidikan teknik dan pertukangan pada masa awal modernisasi pendidikan di Hindia Belanda.
Menurutnya, pelestarian bangunan bersejarah tersebut tidak semata-mata bertujuan mempertahankan warisan fisik, tetapi juga menjaga memori kolektif bangsa, memperkuat identitas pendidikan nasional, serta menanamkan kesadaran sejarah kepada generasi muda.
Warisan sejarah seperti Ambachtsschool Voor Inlander harus dipandang sebagai sumber inspirasi dan pembelajaran yang relevan bagi pembangunan pendidikan masa depan.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Ikatan Alumni Camp Java 7.SMKN 35 menyampaikan enam usulan strategis kepada Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.
Pertama, menetapkan Ikatan Alumni Camp Java 7.SMKN 35 sebagai Mitra Edukasi Sejarah Pendidikan Jakarta, khususnya dalam pelestarian sejarah Ambachtsschool Voor Inlander 1909 sebagai sekolah kejuruan pertukangan pertama yang memiliki nilai historis tinggi.
Kedua, mengembangkan kerja sama penyelenggaraan program edukasi dan wisata sejarah bagi peserta didik jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK melalui kunjungan edukatif, seminar, diskusi sejarah, hingga pembelajaran berbasis pengalaman langsung.
Ketiga, membentuk Pusat Edukasi, Literasi, dan Dokumentasi Ambachtsschool Voor Inlander yang berfungsi sebagai pusat informasi, penelitian, sekaligus pusat pelestarian sejarah pendidikan kejuruan di Jakarta.
Keempat, mendukung pelaksanaan penelitian dan digitalisasi arsip sejarah pendidikan melalui kolaborasi bersama sekolah, perguruan tinggi, komunitas sejarah, serta lembaga kebudayaan agar seluruh dokumen penting dapat tersimpan dan diakses secara berkelanjutan.
Kelima, mengintegrasikan nilai-nilai sejarah pendidikan kejuruan ke dalam Program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) melalui tema sejarah, budaya, pelestarian warisan pendidikan, dan penguatan karakter peserta didik.
Keenam, memfasilitasi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Ikatan Alumni Camp Java 7.sekarang SMKN 35 dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta sebagai landasan kerja sama dalam pelestarian sejarah pendidikan serta pengembangan sumber belajar berbasis warisan sejarah.
Selain enam usulan tersebut, IACJ juga mengajukan pembentukan Pusat Edukasi Sejarah Pendidikan dan Heritage Ambachtsschool Voor Inlander Jakarta sebagai pusat pembelajaran sejarah vokasi yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.
Program tersebut dirancang mencakup berbagai kegiatan strategis, di antaranya penyelenggaraan edukasi sejarah bagi pelajar, pembangunan museum mini atau galeri sejarah pendidikan, digitalisasi arsip dan koleksi bersejarah, penyusunan modul pembelajaran sejarah lokal, serta pelaksanaan kunjungan edukatif sekolah secara berkala.
Kehadiran pusat edukasi ini diharapkan mampu menjadi ruang belajar yang menghubungkan generasi masa kini dengan perjalanan panjang pendidikan kejuruan di Indonesia.
Seluruh gagasan yang disampaikan IACJ dinilai sejalan dengan arah kebijakan pelestarian cagar budaya, penguatan literasi sejarah, serta pengembangan sumber belajar berbasis kearifan lokal yang tengah didorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Ambachtsschool Voor Inlander 1909 bukan sekadar bangunan tua, melainkan simbol lahirnya tradisi pendidikan vokasi yang telah menjadi fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia terampil bagi pembangunan bangsa.
Melalui audiensi ini, Ikatan Alumni Camp Java 7.SMKN 35 berharap terbangun kolaborasi yang berkelanjutan dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan pelestarian sejarah pendidikan kejuruan secara lebih terstruktur, ilmiah, dan berkesinambungan. Sinergi tersebut diharapkan mampu mengangkat kembali Ambachtsschool Voor Inlander sebagai ikon sejarah pendidikan vokasi Jakarta sekaligus memperkaya khazanah pendidikan nasional.
Lebih dari sekadar pelestarian bangunan, langkah ini merupakan investasi intelektual dan kebudayaan bagi generasi mendatang.
Dengan menjaga jejak sejarah pendidikan, masyarakat tidak hanya merawat peninggalan masa lalu, tetapi juga memperkuat identitas bangsa, membangun kesadaran historis, serta memastikan bahwa nilai-nilai perjuangan dalam dunia pendidikan tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi perjalanan Indonesia menuju masa depan.
Ben

